WhatsApp Image 2025-07-15 at 09.56.22

Berlokasi di Aula Gedung An-Nawawi Kampus STDM (Sekolah Tinggi Darul Maghfur) PP. Darul Maghfur, Lombok-Kulon, Wonosari, Bondowoso, Sabtu (12/07) PC HMASS Bondowoso dan PC IPNU Bondowoso menggelar kajian akidah dengan mengangkat tema Syiah dan Ancaman Radikalisme Terselubung; Mewaspadai Ideologi di Balik Fanatisme Mazhab.

Hadir sebagai pemateri Pengasuh PP. Karang Panas, Pasuruan, Gus. H. Ahmad Faqih Masruhin. Aundiens yang hadir merupakan utusan setiap PK (Pengurus Komisariat), seluruh anggota HMASS Bondowoso dan sebagian santri PP. Darul Maghfur, Lombok-Kulon, Wonosari, Bondowoso.

“Tema yang kita kaji kali ini sangat aktual dengan kondisi dunia saat ini, Iran yang menjadi pusat Syiah modern, mengajak kita untuk lebih detail dalam mengkaji fenomena baru-baru ini,” ucap Taufiqunnur, M.pd, selaku Bendahara PC HMASS Bondowoso.

“Sejujurnya saya tidak tertarik dengan kajian Syiah karena mereka bertaqiyah, jadi diskusi pun tidak nyambung. Hanya saja akhir akhir ini banyak cendekiawan Syiah mungkin bisa kita lirik kajiannya,” Ucap Gus Ahmad Faqih.

Beliau menambahkan, “Dalam menghukumi kelompok sesat kita harus kaji dan diskusi dulu tidak cukup dari almamater, karena bahasa Syiah sendiri itu dari hadis Rasulullah ﷺ”.

Tidak hanya itu, beliau juga mengungkap fakta bahwa semua pemikiran yang bertolak dari Aswaja ketika mereka berkuasa akan memaksakan alirannya. Seperti sejarah awal muktazilah di masa dinasti Abbasiyah. “Sehingga banyak ulama kita yang dibunuh,” tambah beliau.

“Hal sensitif yang seringkali jadi sasaran tembak Syiah adalah persoalan khilafah. Secara logika kalau memang Sayyidina Ali Karramallahu Wajhah mempunyai wasiat sebagai khalifah, tentunya beliau tidak akan diam dan beliau berdosa karena melanggar perintah Rasulullah ﷺ. Jika demikian maka Al-Qur’an dan hadis yg sampai kepada kita lewat jalur kefasikan. Maka hadis-hadis yg sampai kepada kita bohong”, pungkas beliau.

Silakan tulis komentar Anda

Tinggalkan Balasan