PC HMASS Bali Gelar Kajian Annajah Perkuat Ketauhidan dan Mahabbah kepada Nabi

Denpasar, HMASS.CO- Pengurus Cabang Harakah Mahasiswa Alumni Santri Sidogiri (PC HMASS) Bali menggelar Kajian Ahlussunnah wal Jamaah (Annajah) di PP. Syafa’ah Darussalam Denpasar, Sabtu (12/9/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 83 peserta yang terdiri dari PC HMASS Bali, Sidogirian Bali, guru, serta santri PP. Syafa’ah Darussalam.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan Mahallul Qiyam. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Pengasuh PP. Syafa’ah Darussalam, KH. Sholehan Nur, kemudian Ketua PC HMASS Bali, Ust. Samsul Arifin, S.Pd.

Dalam sambutannya, Ust. Samsul Arifin menyampaikan bahwa kajian Annajah memiliki peran penting dalam memupuk ketauhidan melalui pemahaman terhadap risalah para nabi dan rasul. Ia juga menekankan pentingnya menumbuhkan rasa mahabbah kepada Nabi Muhammad SAW, khususnya di kalangan generasi Z.

“Kajian Annajah ini penting untuk memupuk ketauhidan kita melalui risalah, agar terus menambah rasa mahabbah kita kepada Nabi Muhammad SAW bagi generasi Z,” ujarnya.

Memasuki acara inti, Kajian Annajah disampaikan oleh Ust. Alil Wafa, M.Pd. Dalam penyampaiannya, beliau mengawali pembahasan dengan kisah Nabi Musa AS dan Nabi Khidir AS sebagaimana yang dijelaskan dalam Q.S. Al-Kahfi.

Kisah tersebut menjadi pengantar untuk membahas pentingnya kesabaran dalam menuntut ilmu serta menyadari keterbatasan manusia dalam memahami hikmah di balik ketentuan Allah SWT. Dari kisah Nabi Musa AS dan Nabi Khidir AS, para peserta diajak untuk mengambil pelajaran tentang adab dalam mencari ilmu dan pentingnya bersabar dalam memahami suatu perkara.

Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan kisah Rasulullah SAW ketika beliau sedang menyampaikan pengajian tentang Hari Kiamat. Dalam kisah tersebut, seorang A’robi datang dan bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai kapan terjadinya hari kiamat.

Pertanyaan tersebut kemudian menjadi bagian dari pembahasan tentang bagaimana seorang Muslim seharusnya menyiapkan diri untuk menghadapi hari kiamat. Waktu terjadinya Kiamat merupakan perkara yang hanya diketahui oleh Allah SWT. Karena itu, yang lebih penting bukanlah mengetahui kapan Kiamat akan terjadi, melainkan mempersiapkan bekal dengan iman, ketakwaan, dan amal saleh.

Selanjutnya, Ust. Alil Wafa juga menyampaikan kisah masyhur tentang seorang pengemis buta non-Muslim yang sering mendapatkan makanan dari Rasulullah SAW. Meski pengemis tersebut tidak menyukai Rasulullah SAW, beliau tetap membalasnya dengan kasih sayang dan kebaikan. Dari kisah tersebut, disampaikan bahwa akhlak mulia dan ketulusan Rasulullah SAW menjadi salah satu gambaran penting dalam berdakwah, bahwa kebaikan dan kasih sayang dapat menyentuh hati seseorang.

Kegiatan Kajian Annajah berlangsung dengan penuh khidmat dan antusiasme dari para peserta. Kegiatan ini menjadi ruang untuk menambah wawasan keislaman sekaligus mempererat silaturahmi antara PC HMASS Bali, Sidogirian Bali, guru, dan santri PP. Syafa’ah Darussalam.

Melalui kegiatan ini, PC HMASS Bali berharap Kajian Annajah dapat menjadi sarana untuk memperkuat ketauhidan, menambah kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, serta memberikan bekal keislaman bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

32 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Silakan tulis komentar Anda

Tinggalkan Balasan