35e0281b-28bd-4293-a2a1-c47f1dfc0adb

35e0281b-28bd-4293-a2a1-c47f1dfc0adb

Bali, HMASS.CO— Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Pengurus Cabang Harakah Mahasiswa Alumni Santri Sidogiri (PC HMASS) Bali berkolaborasi dengan ROHIS GLOBALITI Badung menyelenggarakan kegiatan Kajian Aswaja dan Talkshow Islami. Kajian dengan tema “Upgrade Diri Ala Gen Z Bersama Spirit Aswaja di Tahun Baru Islam” ini bertempat di Aula SMK TI Bali Global Badung, pada Sabtu, 20 Juni 2026.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua PW IASS Bali, Ust. H. Imam Muslih beserta jajaran, anggota HMASS Bali, serta para guru dan wakil kepala sekolah SMK TI Bali Global Badung, serta tamu undangan lainnya dengan jumlah keseluruhan 132 peserta.

Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi, refleksi, sekaligus penguatan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah bagi generasi muda agar mampu menghadapi tantangan zaman dengan tetap berpegang pada nilai keislaman yang moderat, rasional, dan berkarakter.

Acara dibuka secara resmi oleh Bapak Indra Aribawa, S.H. selaku Kepala SMK TI Bali Global Badung. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang menghadirkan kolaborasi positif antara organisasi kepemudaan dan lembaga pendidikan dalam membangun karakter generasi muda.

Sementara itu, Ketua PC HMASS Bali sekaligus Pembina ROHIS GLOBALITI Badung, Ust. Samsul Arifin, S.Pd, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum hijrah. Hijrah menuju pribadi yang lebih baik melalui penguatan ilmu, akhlak, dan semangat berorganisasi yang dilandasi nilai-nilai Aswaja.

Sebagai pemateri utama, hadir Ust. Alil Wafa, M.Pd. selaku Ketua PP HMASS, menyampaikan materi yang inspiratif tentang bagaimana generasi Z dapat terus berkembang, meningkatkan kualitas diri, serta menjaga identitas keislaman melalui semangat Ahlussunnah wal Jamaah di tengah perkembangan zaman.

Setidaknya, terdapat beberapa poin utama yang menjadi pembahasan dan refleksi bersama:

Pertama, makna hijrah dalam perspektif Islam dan berpikir rasional. Hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan fisik, tetapi juga perubahan pola pikir dan kualitas diri. Dicontohkan bagaimana Rasulullah SAW memberikan teladan berpikir maju dan rasional, ketika terjadi gerhana yang bertepatan dengan wafatnya Sayyid Ibrahim. Rasulullah tidak memanfaatkan peristiwa tersebut untuk membangun persepsi yang keliru di masyarakat, tetapi menjelaskan bahwa gerhana bukan terjadi karena kematian seseorang. Dari sini dipahami bahwa ikhtiar dan takdir memiliki hubungan yang sejalan, serta logika dan agama bukan dua hal yang saling bertentangan.

Kedua, spirit Aswaja sebagai fondasi generasi yang kuat. Spirit Aswaja dibangun atas semangat ikhtiar (usaha) dan ilmu (pengetahuan) sehingga seseorang tidak mudah terpengaruh, tidak mudah kagetan, dan mampu menyikapi berbagai fenomena dengan sikap bijak dan proporsional.

Ketiga, hijrah dan upgrade diri yang seimbang. Hijrah dan upgrade diri memiliki semangat yang sama, yaitu berpindah dari kondisi yang kurang baik menuju yang lebih baik, atau meningkatkan kualitas dari yang sudah baik menjadi lebih baik lagi. Dalam proses tersebut, keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat menjadi prinsip utama.

Upgrade diri dengan spirit Aswaja merupakan solusi yang tepat dan jelas bagi generasi masa kini. Aswaja mengajarkan keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat, membentuk pribadi yang tidak mudah kagetan dalam menghadapi perubahan zaman, serta mendorong lahirnya generasi yang berenergi, berilmu, dan mampu berpikir rasional dalam menjalani kehidupan. (Zen)

222 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Silakan tulis komentar Anda

Tinggalkan Balasan