Bondowoso, HMASS.CO
Sabtu, 24 Safar 1448 H / 8 Agustus 2026 M, Pengurus Cabang Harakah Mahasiswa Alumni Santri Sidogiri (PC HMASS) Bondowoso, gelar Kajian Akidah Ahlussunah wal Jamaah. Kajian yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai ini, bertempat di Bataan, Tenggarang, Bondowoso, tepatnya di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah As-Sayuti.
Kajian kali ini, mengusung tema, “Moderasi Itu Keren, Jadi Muslim Tanpa Ekstrem” dengan menghadirkan seorang pakar akidah dan tafsir dari Pondok Pesantren Sidogiri, Ustaz H. Abdurrokib Saki, M.Pd., sebagai pemateri.
Kegiatan ini diikuti oleh santri dan murid Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah As-Sayuti beserta guru dan pengurus, mahasiswa PKL Universitas Ibrahimy Sukorejo, serta anggota PC HMASS Bondowoso. Seluruh peserta yang berjumlah sekitar 85 orang mengikuti jalannya acara dengan semangat dan antusias, karena pembahasan mengenai moderasi beragama sudah jarang dipelajari, lebih-lebih di luar lingkungan pesantren.
Kajian ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman yang benar tentang bagaimana menghadapi perbedaan dalam pandangan agama. Tujuannya agar kita sebagai umat Islam tidak bersikap terlalu keras terhadap golongan yang berbeda dengan kita. Di samping itu, ketika di luar sana agama Islam sudah dikenal sebagai agama yang ekstrem dan radikal, kita sebagai umat Islam harus mampu menyuguhkan seni beragama yang santun, teduh, dan bersahabat.
“Kajian ini sangat penting agar kita menjadi umat Islam yang tawazun dan tawasuth, tidak gampang menyalahkan orang lain, dan tidak ekstrem dalam menyikapi perbedaan,” ujar Ustaz H. Nurul Ulum selaku UPT Kajian Ilmiah HMASS Bondowoso.
Saat menyampaikan materi, Ustaz Rokib memberikan pemaparan yang lugas dan mudah dipahami. Beliau tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga menyertakan dalil-dalil tentang moderasi beragama, baik dari Al-Qur’an maupun hadis Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
“Rasulullah itu tidak memerangi semua orang kafir. Beliau juga sering berinteraksi dengan orang-orang kafir, bahkan berniaga dengan mereka. Namun, itu hanya berlaku untuk orang kafir yang bisa diajak bekerja sama dan dengan batasan yang telah ditetapkan dalam agama,” papar pria asal Bangkalan ini.
“Kegiatan ini sangat bagus, Ustaz, terutama bagi santri-santri yang masih kecil yang memang sangat perlu untuk terus diajarkan keilmuan, khususnya di bidang akidah. Karena banyak santri zaman sekarang yang sangat minim wawasan akidah. Meskipun kegiatan ini tidak masuk kurikulum kami, kami sangat berterima kasih telah mengajarkan akidah yang benar kepada santri-santri di sini.
“Lembaga ini sendiri sudah dua kali mengadakan kajian akidah, yang sebelumnya dilaksanakan tahun lalu. Selain menjadi tambahan ilmu untuk para santri, kegiatan ini juga memperkuat kekompakan lembaga ini karena kajian ini dihadiri oleh guru, pengurus, bahkan alumni,” ucap Ustaz Abdul Lathif selaku pengurus dan keluarga Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah As-Sayuti.
46 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

