Malang, HMASS.CO
Anggota Pengurus Cabang Harakah Mahasiswa Alumni Santri Sidogiri (PC HMASS) kembali menyumbangkan anggotanya menjadi salah satu wisudawan di acara “Wisuda Sarjana Dan Pasca Sarjana Ke-80 Periode II 2024”. Tak hanya itu, salah satu anggota HMASS Malang yakni Hairul Anam juga menjadi wisudawan terbaik Prodi Bahasa dan Sastra Arab (BSA).
Prosesi wisuda tersebut digelar siang tadi Sabtu, 04 Mei 2024 di Halaman Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang. Sebanyak 3014 mahasiswa dari berbagai jurusan diwisuda secara serentak. Dalam acara tersebut Hairul Anam yang juga merupakan mantan Ketua Hmass Malang menapatkan nilai cumlaude dan berhasil mendeklarasikan dirinya sebagai wisudawan terbaik prodi Bahasa dan Sastra Arab (BSA).
Hairul Anam merupakan Alumni Sidogiri yang kemudian melanjutkan studinya di UIN Maliki Malang pada tahun 2019. Ia tergolong salah satu mahasiswa yang aktif di berbagai organisasi baik Organisasi Mahasiswa Extra Kampus (OMEK) seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Organisasi Intra Kampus (Omik) seperti Himpunan Mahasiswa (HMPS), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Ma’had Aly bahkan sering ditunjuk menjadi ketua selaku pemegang kendali utama di berbagai event seperti Festival Jazirah Arab dan beragam seminar di Prodi BSA.
Namun, kiprahnya di berbagai organisasi tidaklah menjadi tembok penghalang untuk mensukseskan statusnya sebagai mahasiswa. Berbekal ilmu dan ridlo kyai Hairul Anam dapat menyelesaikan skripsi dengan baik yang berjudul “Gaya bahasa pada syair kerinduan kepada KH. Ahmad Nawawi Abdul Jalil Sidogiri karya Abdul hamim (Kajian Stilistika)”. Menurutnya, “Dunia organisasi dan perkuliahan bukanlah dua hal yang tidak dapat disatukan, melainkan saling menjadi kontributor penting untuk pengetahuan dan pengalaman” tegasnya.
Di akhir sesi wawancara, Hairul Anam memberikan sedikit pesan untuk para santri yang ingin melanjutkan studinya ke perguruan tinggi.“Sebenarnya saya merasa salah jurusan berada di UIN yaitu jurusan Bahasa dan sastra arab, yang tidak lain ini merupakan makanan sehari-hari anak pondok. Dari itu, andai para santri berniat kuliah seyogyanya tidak mengambil jurusan yang sudah dipelajari di pondok seperti Syariah, Bahasa arab dan lain-lain karena pelajaran itu cukup belajar di pondok. menggeluti jurusan yang beda akan lebih menantang dan menarik karena banyak hal baru yang akan ditemui” tuturnya.
Sebagai informasi, Hairul Anam juga termasuk anggota Forum Tahfidz Alumni Santri Sidogiri (F-TASS) wilayah Malang, karena semasa jadi santri aktif beliau menyelesaikan hafalan 30 Juz.
Semoga kedepannya akan bermunculan generasi HMASS lain yang mengikuti jejak Hairul Anam dan mengharumkan nama pesantren Sidogiri sebagai bentuk khidmah lil ma’had khidmah lil ummah.
Kontributor: Zainulloh
Editor: Fauzan
539 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini


