Kairo, HMASS.CO
Setelah resmi dimulai sejak Sabtu (20/04) lalu, daurah kitab karya KH. A. Nawawi bin Abd. Djalil resmi berakhir pada Kamis (02/05). Jumlah pertemuan yang dilaksanakan oleh PCI HMASS Mesir sebanyak enam kali menyesuaikan jadwal mengajar Prof. Dr. Muhammad Salim Abu ‘Ashi, sebagai pengampu.
Selain penutup kegiatan daurah kitab, acara yang terlaksana di sekretariat PCINU Mesir tersebut menandakan seluruh kegiatan HMASS Mesir resmi tawaquf (berhenti, red) agar seluruh mahasiswa dapat fokus menghadapi ujian Universitas Al-Azhar pada pertengahan bulan Mei.
Pembacaan Hizbul-Futuh menjadi pembuka acara ini. Sesuai dengan yang dijalankan oleh santri di Pondok Pesantren Sidogiri saat sebelum menghadapi ujian. Tentunya pembacaan hizib ini disertai dengan harapan penuh agar dapat melaksanakan ujian dengan lancar, beriringan dengan berkah dari para masyayikh Sidogiri, Al-Azhar dan ulama-ulama terdahulu.
Ahmad Sulaiman Sahalullah, koordinator Majelis Dzikir dan Shalawat GP Ansor Mesir menyebutkan bahwa kolaborasi antara PCI HMASS Mesir dan GP Ansor Mesir dalam pelaksanaan daurah ini bertujuan agar membumikan karya ulama nusantara di Mesir.
“Agar mengenalkan kitab kiai ini kepada para masyayikh disini (Mesir).” Terang pria kelahiran Pasuruan ini dalam sambutannya.
Selain itu, Achmad Arif Wafani, mewakili PCI HMASS Mesir mengatakan bahwa harmonisasi antara HMASS Mesir dan PCINU Mesir, khususnya GP Ansor Mesir dapat berlanjut hingga di kemudian hari. Wakil ketua PCI HMASS Mesir tersebut juga berkeinginan melanjutkan nasyrud-da’wah Sidogirian melalui metode ilmu alat yang sedang berkembang saat ini, yakni metode Al-Miftah Lil Ulum.
Di akhir jalsah, Syaikh Salim berpesan bahwa kitab yang sedang dalam genggaman beliau merupakan metode KH. A. Nawawi bin Abd. Djalil untuk para pembaca agar tidak hanya sekadar memperluas wawasan akidah dan syariat, tetapi juga sekaligus memantapkannya secara maksimal. Oleh karenanya, beliau menyudahi pembahasan sampai bab ke 13, sebab poin-poin utama mengenai konsep Qada’ dan Qadar Allah sekaligus tauhid versi Ahlusunah Waljamaah telah beliau jelaskan di muka.
Sebagai kenang-kenangan, PCI HMASS Mesir memberikan cendera mata kepada Prof. Dr. Muhammad Salim Abu ‘Ashi setelah beliau memberikan doa sukses dan keberhasilan kepada seluruh mahasiswa yang hadir pada sore itu.
Reporter: Abrari Ahmadi
Editor: Fauzan

