Sumenep, HMASS.CO
Jumat (22/5/1444) Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Santri Sidogiri (PW IASS) Sumenep mengadakan kegiatan rutin Ngaji Kitab Sidogiri (NKS) yang dilaksanaka di Pondok Pesantren Manhajut Taufik, Gapuro Timur, Gapura, Sumenep.
Qori kitab Fathul Muin dan Ihya Ulumiddin pada NKS di penghujung pulau Madura ini dimandatkan kepada Mas Ahmad Sadulloh bin Abd. Alim. Beliau didampingi oleh Ust. Masyhuri Mochtar, staf pengajar Madrasah Miftahul Ulum (MMU) tingkat aliyah Pondok Pesantren Sidogiri sebagai pemimpin halaqah yang digelar usai pengajian kitab.
Sebelum pengajian kitab dimulau, kegiatan diawali dengan pembacaan khatmil quran bil gaib sejak pagi hari sebelumnya. Khatmil quran ini dibacakan oleh anggota tetap Forum Tahfidz Alumni Santri Sidogiri (F-TASS) wilayah Sumenep.
Pada pengajian Fathul Muin Mas Ahmad menerangkan zakat makanan pokok yang sudah dibersihkan dari kulitnya dan sudah sampai lima Aushuq. Sedang kadar zakat yang harus dikeluarkannya adalah 10% jika pengairannya tanpa biaya seperti mengandalkan turunnya hujan. Namun bila pengairannya menggunakan biaya maka zakat yang wajib dikeluarkannya adalah separuhnya sepersepuluh atau 5%.
Untuk Ihyak Ulumuddin yang dibahas tentang Ilmu Muamalah (Al-Qulub) yakni Ilmu yang berkaitan dengan keadaan hati.
Kontributor: IASS Sumenep
Editor: Subadar
264 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini


