Pasuruan, HMASS.CO – Pengurus Cabang Harakah Mahasiswa Alumni Santri Sidogiri (PC HMASS) Pasuruan bekerjasama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UniversItas PGRI Wiranegara Pasuruan menggelar Seminar Aswaja dengan tema “Kembali Kepada al-Qur’an dan As-Sunnah dalam Jangkauan Implementasi” pada Kamis (27/10/2022), bertempat di Gedung serbaguna UNIWARA STIT PGRI Pasuruan.
Seminar ini diikuti oleh ratusan peserta kurang lebih 230 orang yang terdiri dari Kampus se-Pasuruan Raya, PK Se-Pasuruan dan peserta umum. Perlu diketahui bahwasannya acara Seminar ini merupakan Kajian Annajah yang di tugaskan dari Pengurus Pusat Harakah Mahasiswa Alumni Santri Sidogiri (PP HMASS) Pasuruan dalam bentuk seminar.
Acara ini diawali dengan pembacaan sholawat yang dibawakan oleh Mahasiswa dari STIT PGRI Pasuruan kemudian diisi dengan sambutan dari Ketua PC HMASS Pasuruan, Muhibbul Haq, S. Pd Dalam sambutannya beliau menyatakan pentingnya seminar ini dilaksanakan mengingat kajian An-Najah ini sangat penting sekali dan bermanfaat terutama bagi anak Mahasiswa dan temen-teman anggota HMASS. disamping itu juga bertujuan untuk membumikan aswaja dan menjelaskan apa itu aswaja dalam jangkauan implementasi.
Narasumber pada seminar kali ini adalah merupakan Sekretaris 1 Lakpesdam PCNU Kab. Pasuruan serta Dosen ITSNU-STAI Salahuddin Pasuruan, Muhammad Khoirul Luthfi, M. Pd dan Ketua PP-HMASS sekaligus Pimpinan Redaksi Sidogiri Media yaitu, Ust. Alil Wafa, S. Pd.
Dalam presentasinya Muhammad Khoirul Luthfi, M. Pd menyampaikan, “Bahwa Aswaja menuntun kita agar menjadi hamba yang totalitas dengan kemanfaatan yang maksimal, maka pola pikir dan gerakan kita dituntut tidak mengedepankan tekstual bahkan cenderung egois, ada nilai nilai yang terkandung di segala sesuatu tersebut. Nilai tersebut akan ada dalam mengimplementasikan ajaran agama, melalui ajaran ahlu sunnah wal jamaah” ungkapnya.
“Dengan demikian maka akan tercermin akhlaq dan berdampak kemaslahatan sebagai indikator rahmatan lil alamin. Hal tersebut melalui tuntunan para ulama- kyai kyai kita, dengan sanad keilmuan yang bersambung hingga rasulullah SAW. “Imbuhnya.
Sedangkan narasumber kedua yang akrab dipanggil Pak Alil ini, menjelaskan hal-hal penting terkait tema di antaranya mengambil hukum langsung dari al-Quran dan Hadis menjadikan seseorang lebih murni dan orisinal dalam beragama. Tanpa terkontaminasi oleh pendapat-pendapat orang lain yang berkemungkinan salah. Lebih jauh lagi, dengan kembali pada al-Quran dan Sunah dapat menghindarkan umat dari perpecahan yang disebabkan fanatisme dalam bermazhab.
Akan tetapi Ust. Alil Wafa juga menekankan ada beberapa hal yang perlu dipahami, di antaranya mengambil hukum langsung dari al-Quran dan Hadis itu ada aturan-aturannya dan tidak semua orang mampu melakukannya. Jika seseorang sudah memiliki perangkat untuk berijtihad sendiri ke al-Quran dan Hadis, seperti imam mazhab, tentu tidak masalah kalau mau mengambil hukum langsung dari al-Quran dan Hadis.
Selain itu, beliau menyampaikan bermazhab bukan berarti mengagungkan pendapat imam mazhab sehingga meninggalkan al-Quran dan Hadis Sebab pada hakikatnya kududukan imam mazhab dan Rasulullah itu sama halnya dengan kedudukan Rasulullah dan Allah dari segi Rasulullah itu menyampaikan hukum dari Allah dan menerangkan isi kitab yang diturunkan oleh Allah , sedangkan imam mazhab adalah menerangkan maksud dari penjelasan Rasulullah.
Al-hasil, dalam pemaparannya beliau menjelaskan, “Jargon kembali kepada al-Quran dan Sunnah perlu diluruskan. Sebab jargon tersebut tidak bisa diterapkan oleh semua orang. Alangkah baiknya, bahkan menjadi keharusan, bahwa bagi orang yang belum mampu berijtihad jika ingin mengetahui huku-hukum yang terkait dengan shalat, zakat, puasa, atau yang lain, cukup membaca dan memahami hasil ijtihad para imam mazhab empat atau murid-muridnya yang sudah tersusun rapi dalam kitab-kitab karangan mereka, tanpa perlu menggali hukum langsung dari al-Quran dan Sunnah, “ Pungkas Ust. Alil Wafa, SPd.
Dalam acara ini para peserta Sangat antusias, buktinya dengan banyaknya peserta yang ingin bertanya selebar-lebarnya namun apalah daya pertanyaan dibatasi karena terkait dengan durasi waktunya. Seminar kemarin selain online juga dilaksanakan langsung secara offline melalui streaming FB HMASS Pasuruan dan IG BEM_Uniwara.[]
Reporter: M. Saifuddin
Editor: Subadar
497 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

