Malang, HMASS.CO
Anggota Pengurus Cabang Harakah Mahasiswa Alumni Santri Sidogiri (HMASS) Malang, Mahdi Afandi, sukses menjadi lulusan terbaik dalam wisuda program sarjana yang digelar Universitas Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) hari ini, Sabtu, 19 November 2022.
Menjadi lulusan terbaik dengan predikat Cumlaude tentu tidak mudah. Namun berkat kegigihannya, Mahdi Afandi mampu meraih predikat tersebut dengan nilai IPK 3,94 pada program studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir.
Mahdi mengaku, kesuksesan ini ia raih berkat perjuangan kerasnya serta dukungan dan arahan seniornya di HMASS Malang.
Pria kelahiran Pamekasan, 4 Maret 1995 ini mulai kuliah di UIN Maliki sejak Agustus 2018 silam melalui jalur mandiri. Kemudian ia bergabung dengan HMASS, wadah organisasi mahasiswa alumni santri Sidogiri wilayah Malang.
Dari organisasi itulah ia mengaku mendapat banyak bimbingan dan mentoring dari senior di HMASS Malang, seperti Ust. Abdul Aziz, Ust. Hamim, Ust. Biyadi, Ust. Kholil, dan lain-lain.
Saat semester dua, Mahdi sudah mendapatkan julukan profesor dari teman-temannya. Bahkan dosennya sering memanggilnya ‘Syekh’.
Mahdi juga terbilang aktif mengikuti berbagai forum diskusi di kampus, seminar, dan pembuatan makalah. Dengan bekal kemampuan membaca kitab kuning dari Pondok Pesantren Sidogiri, ia mampu mewarnai ruang akademik dengan pemikiran ala pesantren.
Selain aktif di kelas, Mahdi Afandi juga mengaku aktif di organisasi-organisasi intra yang ada di kampus, seperti PMII dan HTQ (Haiah Tahfiz Al-Quran).
Bahkan ia pernah menjadi mustami’ (penyimak) hafalan Al-Quran di HTQ. Memang sebelumnya ia sudah hafal Al-Quran sejak di Pondok Pesantren Sidogiri.
Di antara kendala yang sempat ia alami pada saat awal-awal kuliah adalah masalah adaptasi. Ia mengaku agak kesulitan beradaptasi dari dunia pesantren ke dunia kampus yang iklimnya tentu berbeda.
Selain itu, saat menginjak semester 7 ia mengaku hampir kesulitan biaya. Pasalnya orangtuanya sudah tidak mampu membiayainya kuliah.
Tak patah semangat, ia tetap melanjutkan kuliah dengan mencoba mencari beasiswa. Bahkan ia juga jualan di shopee food dan aneka snak.
Tak berhenti di situ, di masa-masa proses penulisan skripsi, anak pertamanya lahir. Beban kegiatan pun makin bertambah. Bahkan ia mengaku menulis skripsi sambil menggendong anaknya.
Namun perjuangan itu membuahkan hasil. Hari ini ia diwisuda dengan nilai terbaik dengan judul skripsi: AHLUL BAIT PERSPEKTIF MUFASSIR SYI’AH DAN SUNNI, STUDI KOMPARATIF TAFSIR AT-THABARSI DAN TAFSIR AL-RAZI. Kini ia sudah bergelar Sarjana Agama.
Mahdi Afandi S. Ag berpesan kepada para santri dan alumni santri Sidogiri jika mau kuliah agar mencari jurusan yang sesuai kemampuan dan bakat agar lebih mudah mendalami studinya.
“Kalau mau kuliah jangan berangkat sendiri. Minta bantuan ke senior HMASS agar mendapat mentoring. Juga, ilmu-ilmu yang didapat di Sidogiri itu ibarat kulakan bahan mentah. Saat kuliah nanti dapat diolah menjadi varian ilmu yang bermacam-macam,” kata Mahdi mengakhiri.
Kontributor: Ahmad Hudzaifi
Editor: Fauzan Imron
1,260 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini


