IMG-20220827-WA0039

IMG-20220827-WA0039

Kairo, HMASS.CO 

Mesir merupakan negara yang menjadi kiblat keilmuan seluruh dunia. Di Mesir tidak hanya karya imam-imam besar yang menjadi materi talaqqi (pembelajaran) oleh para penuntut ilmu. Karya kiai nusantara juga banyak dikaji oleh beberapa syekh al-Azhar, termasuk kitab al-Ma’man min adl-Dlalalah, buah karya al-maghfurlah KH. A. Nawawi bin Abd. Djalil yang pada Senin (26/09) di Aula PCINU Mesir, El Darb El Ahmar, Kairo. Pengajian kitab karya al-Maghfurlah KH. A. Nawawi bin Abd. Djalil telah dilaksanakan kedua.

Meneruskan keterangan pertemuan sebelumnya, Syekh Mahmud Abidin menjelaskan makna kalimat Tauhid, yaitu La ilaha illallah. Sebagaimana yang dijelaskan oleh al-Maghfurlah kiai Nawawi bahwa kalimat tersebut mengkolaborasi seluruh pembahasan tauhid.

Selain makna, Syekh Mahmud juga menjelaskan setiap orang yang selalu mengucapkan kalimat Tauhid, makan akan masuk surga. Ini merupakan bukti bahwa kalimat Tauhid sekalipun sederhana tetapi memiliki peran berharga dalam ilmu akidah.

Selain itu, dijelaskan juga kalimat tersebut merupakan akidah yang harus tertancap dalam hati tidak hanya menjadi sebuah pelajaran dan materi belaka. Hal tersebut benar-benar ditegaskan oleh Syekh Mahmud agar seluruh pelajar tidak hanya mengucapkan dengan lisan, tetapi benar-benar khusyuk dan takzim disaat melafalkannya.

Oleh karenanya, kepada seluruh pelajar di Universitas al-Azhar, Kairo, Syekh Mahmud memberikan sebuah amalan yang harus dikerjakan sebulan penuh, yaitu membaca kalimat La ilaha illallah setelah melaksanakan shalat dua rakaat dalam keadaan masih menghadap kiblat. Terkait faidahnya, beliau hanya menukas,

“Rasakan sendiri bagaimana rasanya,” ungkap beliau kepada seluruh hadirin pada saat pengajian.

Reporter: Abrari Ahmadi
Editor: Fauzan Imron

344 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Silakan tulis komentar Anda

Tinggalkan Balasan