Pasuruan, HMASS.CO
Jum’at (19/08/2022) PT. Sidogiri Travelindo 1455 memberangkatkan Jamaah umroh kloter kedua sebanyak 71 orang bersama tour leadernya. Para peserta diberangkatkan dari Gedung IASS pada pukul 03.00 pagi dini hari kemudian para Jamaah melaksanakan sholat shubuh di Masjid dekat Bandara Juanda.
Ust. Alil Wafa menjelaskan bahwasannya pemberangkatan umroh pada 12 Agustus 2022 kemarin sebenarnya jamaah yang gagal berangkat dikarenakan Covid 19, “Jama’ah pada kloter pertama merupakan rombongan dari Alm. Hadrotus Syekh KH. Ahmad Nawawi Abd. Jalil, Sedangkan yang berangkat pada 19 Agustus ini adalah Jama’ah rombongan ibu Nyai HJ. Luluk Mukarromah,” ungkap Manager Marketing .
Proses pemberangkatan para jama’ah umroh pada kloter kedua ini sempat tersendat pasalnya setelah jamaaah sampai ke Bandara II Juanda, maka para jamaah umroh langsung take off menuju ke bandara Jeddah. Beda halnya dengan jamaah kloter pertama yang masih harus translit terlebih dahulu ke Jakarta.
Namun, ada sedikit insiden ketika pesawat Take off pukul 09.00 pagi dan sekitar dua jam, pesawat tersebut kembali lagi ke Bandara Juanda dikarenakan ternyata di dalam pesawat ada salah satu jamaah yang meninggal dunia, namun jamaah tersebut bukan dari jamaah Travel 1455 akan tetapi dari jamaah travel lain.
Maka, pesawat leanding di Bandara Juanda dan termasuk dari bagian SOP maka jamaah tidak boleh keluar dari pesawat sekitar dua jam, setelah itu pesawat diberangkatkan Kembali menuju Jeddah.
Umroh pada kloter kedua ini dikawal langsung oleh Ust. Nahdlor Tsana’i, yang membimbing para jamaah dalam menjalankan ibadah umroh.
Ada sedikit kendala dalam pengurusan tiket yang membuat pengurus Travel 1455 senam jantung karena sampai hampir mendekati pemberangkatan pukul 18.00 Wib Maghrib ternyata tiketnya baru datang dan diantara kendalanya ialah pengurusan izin penerimaan (Iqomah) Jamaah ketika di Jeddah.
Maka izinya dicicil mungkin karena ada gangguan sistem yang membuat prosesnya lambat. Oleh karena itu, sampai-sampai pengurus Travel 1455 membawa printer di dalam mobil dan ngeprint satu persatu ketika proses pemberangkatan. Akhirnya Karena tidak nututi, maka Jamaah tetap berangkat.
“Jalan keluarnya kita terus berkomunikasi dengan perwakilan yang ada di Saudi dan nanti filenya kami kirim ke Tour Ledernya dan biar perwakilan yang ada di Saudi yang akan membantu proses print Iqomah tersebut,” pungkas Ust. Alil wafa.
Penulis: M. Saifuddin
Editor: Fauzan Imron
469 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini


