Aku menyapa, bunga kenanga membusuk di pucuk tangkai
Menganaktirikan tanah-tanah perindu rantau.
O, lampu neon yang diam. Redup di ambang malam
Kisah kasih anak bujang dijalin di pojok-pojok bioskop.
Carikan aku sembilu di dalam rongga-rongga bambumu, sayang!
Hujan di malam kedua belas,
Perpisahan malaya agung dan hamba-hamba hina.
Di dada mereka bersemayam peri-peri utusan dari langit.
Aku: “Tak cukup baik wahai sayang”.
Tapi, tetap saja aku ingin bercinta lagi, kembali
Menjadi gila di antara sorga dan neraka.
Hujan di malam kedua belas,
Berikutnya, sayang.
Kita akan bertemu di mahsyar.
Semoga bisa bertukar kabar.
*Aisyah Mulyani, lahir dan tinggal di Probolinggo, Jawa Timur, 15 Juli 2003. Kesehariannya selain menjadi santri dan mengabdi di pondok Al jauhar, ia juga masih menjadi mahasiswi aktif di UIJ.

