Pasuruan, HMASS.CO.
Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) mengadakan Silaturahin Nasional (Silatnas) yang keenam pada senin (27/06/2022). Acara ini yang rutin digelar setiap lima tahun sekali. Ribuan peserta mendatangi acara dari seluruh penjuru Nusantara dengan penuh khidmah.
Pada puncak acara hadir sebagai pemateri Habib Taufiq Assegaf. Beliau memberikan maudzah yang cukup tegas, dalam penyampaiannya beliau menitiktekankan pada adab dan akhlaq dalam mencari ilmu, dan Ilmu tidak akan mulia kalau tidak diamalkan
Berikut transkip pidato beliau:
“Bagi orang yang mempunyai ilmu, maka dibelakang ilmu itu juga ada ilmu yang harus dipelajari. Setelah kamu belajar ilmu, belajarlah ilmu sakinah wal waqar.
Ilmu itu tidak akan mulia jika tidak diamalkan. Ilmu itu perlu adab, dan untuk mengamalkan juga perlu adab.
Kalian belajar fikih, hukum shalat dll. tapi kamu tidak shalat misalkan. Maka kamu tidak memiliki adab. Kamu tau haram tapi kamu tetap mengerjakannya.
Kalau ada orang sakit dan dia tau penyakitnya bahkan dia membawa obatnya misalkan. Namun ia tidak meminum obatnya.
من يصبر على مرارة الدواء يذق حلاوة الشفاء
حامل العلم لم يعمل بعلمه كحامل الدواء ولم يشرب الدواء
Orang yang mempunyai ilmu namun tidak mengamalkan ilmunya maka ia diibaratkan orang membawa senjata namun tidak digunakan. Senjata itu akan jadi bumerang untuk dirinya sendiri.
Orang yang mempunyai ilmu perlu belajar adab fil amal.
Kadang-kadang seorang da’i itu tidak diterima oleh masyarakat karena ia tidak memiliki adabnya ilmu.
وجب على السالك أربعة أمور
الاول إعتقاد صحيح
Artinya tinggalkan semua bid’ah fil usul dan akidah
الثاني توبة النصوح اجتمعت فيه شروط التوبة
Orang yang mempunyai ilmu namun ia melanggar ilmunya, maka ia lebih parah daripada orang yang jahil.
Walaupun banyak ilmunya kalau maksiat terhadap Allah maka ia merupakan orang yang jahil.
Aliran listrik dipegang anak kecil terus kesetrum itu masih wajar. Nah ini sudah tau aliran listrik dan sudah ada bacaannya kok masih dipegang. Itu orang bodoh namanya.
الثالث استرضاء الخصوم
Jangan membawa permusuhan sampai ke akhirat. Bereskan di dunia sebelum sampai ke akhirat kalau ingin jadi salik
الرابع تحصيل العلم الشريعة
Syaratnya jadi salik harus tau ilmu syariat.
Nah kalau sudah jadi salik maka harus mencari guru yg disebut murobbi atau Mursyid.
Kalau yang pertama itu belajar ilmu fikih, Ushul dan lainnya.
Lalu yang kedua itu mencari guru lagi.
Untuk apa?
ليخرج الأخلاق السوء ويبدلها الأخلاق الحسنة
Supaya mengeluarkan akhlak yang jelek dan menampakkan akhlak yang bagus sampai wusul terhadap Allah.
Bagaimana cara kita mengetahui Syaikh murabbi dan mursyid?
Maka carilah guru yang Alim, tapi tidak setiap orang alim itu Mursyid.
Tanda-tanda syekh murabbi Mursyid menurut imam Ghazali:
Pertama, ia berpaling dari cinta dunia dan cinta kedudukan
Cinta dunia dan cinta kedudukan itu akan menumbuhkan penyakit nifaq dalam hati dengan sendirinya sebagaimana air menumbuhkan pepohonan.
آخر ما يخرج من قلب العارف حب الرياسة
Kedua, memiliki sanad yang bersambung kepada Rasulullah Saw.
Jangan asal-asalan. Bukan lewat mimpi, tapi harus jelas.
Ketiga, sudah bisa menjinakkan nafsunya.
Dia sudah melewati tazkiyatunnafs. Hingga dia seperti malaikat. karena nafsunya sudah muhaddzabah.
Gak ada murobbi itu mengikuti nafsunya
لا يؤمن احدكم حتى يكون هواه تبعا لما جئت به
Contohnya seperti rokok, gantilah hawamu dengan hal-hal yang lebih bermanfaat.
Keempat, menjadikan mahasin akhlak sebagai siroh.
Artinya segala aspek kehidupan sehari-hari nya bisa di tiru.
Jadilah Salik Shadiq maka Allah akan menjadikanmu Syaikh Mursyid!
Harapan kita semua, bagi kalian yang punya ilmu ini untuk wushul kepada Allah. Maka carilah Syaikh Mursyid.
Cara nya wushul itu harus menjadi Salik Shadiq!
Shurah dan hakikat itu lain!
Nasi Mandhi itu enak saudara, namun kalau cuma sekedar gambar nasi Mandhi itu tidak ada rasanya.
Maka shurah dan hakikat ilmu juga beda.
Hakikat shalat beda dengan shurahnya shalat, begitu juga hakikat membaca Alquran juga beda dengan shurahnya.”
Editor: Fauzan


