IMG-20251019-WA0024

IMG-20251019-WA0024

Pontianak, 18 Oktober 2025 — Suasana intelektual memenuhi Aula Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat (UNU Kalbar) pada Sabtu pagi (18/10), saat digelar seminar bertema “Polemik Klaim Kebenaran Aqidah Era Klasik dan Modern.” Acara ini menghadirkan Ustadz Alil Wafa, M.Pd., Ketua Pengurus Pusat Harakah Mahasiswa Alumni Santri Sidogiri (PP HMASS), sebagai narasumber utama.

 

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara PC HMASS Pontianak dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat UNU Kalbar yang diketuai oleh Ibrohim. Seminar tersebut menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk memperdalam pemahaman tentang aqidah Ahlussunnah wal Jama‘ah (Aswaja) di tengah tantangan pemikiran modern yang semakin beragam dan kompleks.

Dalam pemaparannya, Ustadz Alil Wafa menjelaskan bahwa istilah Ahlussunnah wal Jama‘ah muncul secara alami pada masa ketika Islam mulai berinteraksi dengan peradaban besar seperti Yunani dan Romawi. Interaksi tersebut memunculkan beragam pemikiran dan keyakinan yang menyimpang dari ajaran Islam yang murni.

“Kelompok ulama yang berpegang teguh pada kebenaran dan melawan penyimpangan itulah yang kemudian dikenal sebagai Ahlussunnah wal Jama‘ah,” jelasnya.

Beliau mengibaratkan aqidah Aswaja sebagai pohon besar yang kokoh dan meneduhkan, sementara aliran-aliran menyimpang diumpamakan sebagai benalu yang menempel tanpa akar, merusak, dan menghisap kekuatan pohon tersebut. Melalui analogi ini, Ustadz Alil menegaskan pentingnya menjaga kemurnian aqidah di tengah derasnya arus klaim kebenaran yang muncul di era modern.

Dari pihak tuan rumah, Dr. Majid, mewakili UNU Kalbar, menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya seminar tersebut. Ia menilai kegiatan ini sebagai anugerah besar bagi civitas akademika, karena memberikan kesempatan untuk memperdalam wawasan keislaman langsung dari narasumber yang kompeten.

Sementara itu, Ibrohim, Ketua PMII Komisariat UNU Kalbar, menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi PMII dalam memperkuat ideologi dan pemahaman aqidah kader. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sebagai bentuk penguatan nilai-nilai keaswajaan di kalangan mahasiswa dan kader muda.

Acara berlangsung penuh antusiasme dan suasana ilmiah yang khidmat. Para peserta aktif berdiskusi dan berpartisipasi dalam sesi tanya jawab yang interaktif. Seminar kemudian ditutup dengan foto bersama narasumber, panitia, dan peserta sebagai simbol kebersamaan serta komitmen menjaga aqidah Ahlussunnah wal Jama‘ah di era modern.

 

Kontributor: Ahmad Zahid

Editor: Fauzan Imron

259 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Silakan tulis komentar Anda

Tinggalkan Balasan