Bangkalan, HMASS.CO – Harakah Mahasiswa Alumni Santri Sidogiri (HMASS) Cabang Bangkalan bekerja sama dengan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Kholilurrohman Komisariat Institut Syaikhona Muhammad Kholil (Insya) Bangkalan menyelenggarakan Seminar Aswaja dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-7 PMII Rayon Kholilurrohman. Acara tersebut berlangsung di Pendopo Pratanu Bangkalan, Minggu (24/8/2025).
Mengusung tema “Revitalisasi Aswaja di Era Society 5.0: Mewarisi Api Perjuangan KH. Kholilurrohman Bangkalan”, seminar menghadirkan dua narasumber utama, yakni KH. Mohammad Nasih Aschal, M.Pd. selaku Majelis Keluarga Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil BANGKALAN dan Ust. Alil Wafa, M.Pd. yang menjabat sebagai Ketua Pengurus Pusat Harakah Mahasiswa Alumni Santri Sidogiri (PP HMASS)
Dalam pemaparannya, KH. Nasih Aschal menegaskan bahwa keberhasilan dakwah Syaichona Kholil diterima luas oleh masyarakat tidak hanya karena kekuatan pemikiran ideologis, tetapi juga melalui penerapan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dalam kehidupan sehari-hari. “Syaichona Kholil menjadi sangat diterima ketika peran keaswajaan beliau dikembangkan bukan hanya dari segi pemikiran ideologis, tetapi juga secara aplikatif untuk kelangsungan hidup masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ust. Alil Wafa menjelaskan bahwa istilah Aswaja tidak muncul secara langsung pada masa Rasulullah, melainkan berkembang secara alami dalam sejarah Islam. “Setelah masa sahabat dan tabi’in, banyak muncul ideologi sesat. Para ulama kemudian merumuskan sikap dengan berpegang pada hadis dan syariat Rasulullah. Mereka disebut Ahlussunnah, dan karena perjuangan dilakukan secara konsisten dan masif, mereka disebut Jamaah. Maka berbicara Aswaja berarti berbicara tentang Islam itu sendiri serta ajaran Rasul melalui pemikiran para ulama,” terangnya.
Seminar berlangsung khidmat sekaligus interaktif. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan dalam sesi tanya jawab. Kehadiran mahasiswa, alumni, serta tokoh masyarakat turut menambah semarak kegiatan.
Sebagai penutup, acara ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol peringatan Harlah ke-7 PMII Rayon Kholilurrohman. Momen tersebut menjadi ungkapan rasa syukur sekaligus harapan agar PMII tetap solid, berdaya, dan konsisten menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah di tengah tantangan era Society 5.0.
Kontributor: Atourrohman
Editor: Fauzan Imron
233 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini


