IMG-20220814-WA0003

IMG-20220814-WA0003

Tarim, HMASS.CO

Ramadhan kali ini, Alhamdulillah, Al-Faqir di beri kesempatan melaksanakan ibadah Puasa Ramadhan di negeri Seribu Wali yang melahirkan para ulama Wali Songo, sang revolusioner Islam di Bumi Pertiwi.

Hari Kamis, sekitar jam 4 sore waktu negeri berkah ini, tiba di bandara Seiwun Hadramaut, Alfaqir di ta’jubkan dengan gunung yg menjulang tinggi dan indah serta tanah yg serba coklat yg tentu belum Alfaqir temukan di Indonesia. Mengetuk pesona dalam hati, “Ya Allah, masyaallah, yaman…ternyata kami bisa sampai ke yaman & betul-betul nyata setelah sebelumnya hanya sekedar mimpi”.

Alhamdulillah. Ketika di bandara Seiwun Hadhramaut, kami disambut oleh kakak-kakak senior dari Hmass (Harakah Mahasiswa Alumni santri sidogiri). Tidak lama kemudian, Alfaqir mendapatkan kabar bahagia bahwa kami akan diantarkan ke Tarim, Hadramaut, kota yg banyak mendapat julukan dan pujian istimewa, surga dunia, kota yg banyak melahirkan para Awliya dan Sholihin. ini merupakan cita-cita dan impian Alfaqir sejak dulu, kami bersama teman-tema sangat senang sekaligus bersemangat meskipun dlm kondisi yg sangat lelah.

Alfaqir melihat suasana di sepanjang perjalanan seperti berada di tahun 90 an, jalan-jalannya dikelilingi gunung yg menjulang tinggi disertai tanah yang serba berwarna coklat, unta dan kambing yg berkeliaran di pinggir jalan tanpa pengikat, kendaraan juga rumah yg sangat sederhana, jauh dari kemewahan duniawi, motornya pun semua model nya sama, semuanya seperti sepeda motor GL, RX King dan sejenisnya, tak ada yg seperti supra apalagi sepeda motor matic seperti vario, mio dsb, tapi masya allah penduduk nya sangat agamis, orang perempuan nya jarang keluar rumah kecuali bersama mahramnya, tidak pernah Alfaqir melihat perempuan, kecuali semuanya bercadar & Auratnya tertupi.

Alhamdulillah, Alfaqir bisa berziarah ke salah satu maqbaroh para Awliya’ di ‘Inat, Tarim, makamnya Syaikh Abu Bakar bin Salim maula ‘Inat. Diceritakan bahwa diantara tingginya ketawaddhuan ibadah beliau adalah selama 15 tahun di akhir umurnya tidak pernah duduk kecuali duduk tawarruk, baik kpd orang khusus atau umum, sholat subuh dg wudhu’ sholat isya’ selama 40 tahun, dan tidak pernah meninggalkan shalat dhuha & witir dg sempurna baik ketika di rumah atau bepergian sampai akhir umurnya.

Pertama kali Alfaqir sampai disini, Alfaqir ditakjubkan dengan suasana baru, di malam hari terdengar orang beribadah, shalat tarawih silih berganti dari masjid ke masjid sampai menjelang waktu subuh, dan biasanya penduduk nya baru tidur setelah terbitnya matahari, di pagi hari suasana sangat sepi & sunyi seperti halnya kota mati, dan Aktivitas barunya di mulai setelah dzuhur.

Alhamdulillah, seiring berjalannya waktu, Alfaqir bisa mengikuti kebiasaan yg ada, sholat berjamaah 5 waktu, disertai baca hizb, wirid, dars/pelajaran dan rohah/ngaji kitab mukhtashor shohih bukhari karya syekh Zainuddin Ahmad bin Abdul Latif Az Zabidi di setiap sore hari bulan Ramadhan.

Seperti hal nya santri-santri yg lain, berbuka puasa hanya cukup dg kurma, air dan makanan ringan agar tidak berat & ngantuk untuk melaksanakan sholat isya dan tarawih, kemudian dilanjutkan asya’ /makan malam.
Sholat isya’ & tarawih dimulai dari jam 20.00 sampai perkiraan jam 10.00, di setiap malam hari nya, imam sholat hampir membaca 2 juz alquran di waktu sholat tarawih.

Tak terasa sudah separuh perjalanan Ramadhan berlalu, bulan yang penuh berkah, bulan Ramadhan pasti akan meninggalkan kita, semoga amal Ibadah kita selama di bulan ini diterima oleh Allah, diberikan husnul khotimah dan bisa bertemu dengan bulan Ramadhan di tahun mendatang..

Amiin – Amiin ya Robbal Alamiin…
السلام عليك يا شهر رمضان
السلام عليك يا شهر الصيام
السلام عليك يا شهر مضاعفة الحسنات

مودَّع مودَّع يا رمضان # في وَداعة الله يا رمضان
فنرجو الذي عمنا فضله # بحسن الملقاة

Dipost ulang dengan sedikit perubahan dari tulisan M. Azka Nur Afif, Anggota PCI HMASS Yaman

548 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Silakan tulis komentar Anda

Tinggalkan Balasan