M.C. Ricklefs profesor kehormatan di Monash University dalam bukunya Sejarah Indonesia Modern 1200-2004 menuliskan: dapat dipastikan bahwa Islam sudah ada di negara bahari Asia Tenggara sejak awal zaman Islam dari masa Khalifah ketiga, Usman (644-656), utusan muslim dari tanah Arab mulai tiba di Istana China setidaknya pada abad IX sudah ada ribuan muslim di Kanton.
Bukti yang paling dipercaya mengenai penyebaran Islam dalam masyarakat lokal Indonesia adalah prasasti-prasasti Islam -kebanyakan batu nisan- dll. Batu nisan muslim tertua yang masih ada ditemukan di Leran Jatim dan bertarikh 475 H (1082 M) dengan nama wanita Maimoen.
Rachmad Abdullah, S.Si., M.Pd. dalam bukunya Trilogi Revolusi Islam di Tanah Jawa jilid 1 (Walisongo Dakwah dan Jihad di Tanah Jawa 1404-1482 M) memaparkan beberapa teori masuknya islam di Nusantara.
Diantara teori tersebut adalah Teori Mekah oleh Prof. DR. Buya Hamka, Teori Persia oleh Prof. DR. Abu Bakar Atjeh, Teori Cina oleh Prof. Slamet Muljana, Teori Maritim oleh NA. Baloch, dan Teori Gujarat Oleh Orientalis Belanda Snouck Hurgonje.
Terkait mana yang lebih mendekati kebenaran kiranya Prof. DR. Buya Hamka yang mendasarkan pada berita Cina dari Dinasti Tang adalah fakta sejarah yang paling valid dan otentik.
Pendapat Prof. DR. Buya Hamka juga dikuatkan oleh pakar sejarah seperti Prof. Ahmad Mansur Suryanegara yang berkesimpulan bahwa Islam masuk ke Nusantara langsung dari Mekah sejak abad ke-7 M melalui Aceh.
***
Dalam buku Muslim Tionghoa Cheng Ho, hal. 277 karya Prof. Kong Yuanzi menjelaskan bahwa Islam masuk pertama kali ke Sumatera sejak abad ke-7 juga telah disebutkan oleh W.P. Groeneveldt.
Ia berlandaskan pada sejarah masuknya Islam ke Cina Tiongkok pada abad ke-7 ketika khalifah Utsman bin Affan mengirim utusannya yang pertama menghadap Kaisar Yong Hui dari Dinasti Tang pada 2 Muharram 31 H/25 Agustus 651 M.
Tak ketinggalan buku Sejarah Nasional Indonesia III, hal. 2 juga ikut mewarnai meja diskusi sejarah. Syaikh Naguib Al-Atthas, Preliminary On A General Theory of The Islamisation of the Malay-Indonesian Archipelago juga menjelaskan tentang masuknya Islam ke Nusantara sejak abad ke-7.
Bukti lainnya adalah sebuah literatur kuno Arab berjudul ‘Ajaibu Al-Hind yang ditulis oleh Buzurg bin Shahriyar Al-Ramhurmuzi pada tahun 1000 M, memberikan gambaran bahwa ada kampung muslim di wilayah kerajaan Sriwojoyo.
***
Dalam buku karya Afred Suci, SE, M, Si. Top Secret Konspirasi; Membongkar Tuntas Kasus Konspirasi Yang Belum pernah Terungkap menjelaskan sebagai memperkuat teori sebelumnya sejarawan Pakistan N.A. Baloeh dalam tulisannya The Advent of Islam bahwa, para pelaut Arab sudah berniaga serta menyebarkan Islam pada abad ke-1 H (600-an M) di sepanjang pantai Indonesia dan Cina Utara.
Tulisan sejarawan Barat JC. Vanleur, Indonesian Trade And Society dan tulisan Thomas W. Arold, The Preaching of Islam mengatakan bahwa mereka telah membaca sumber tertulis dari era Dinasti Tang bahwa tahun 674 M, telah bermukim pedagang Arab di pantai barat Sumatera.
Tulisan dan data di atas adalah sebuah kajian untuk membantah tuduhan bahwa Islam hanyalah pendatang yang meruntuhkan kerajaan Hindu Budha. Seperti yang dilakoni oleh orientalis Belanda Snouck Hourgonje. Ia juga pernah di bahas dalam kitab Man Nassyara al-Islam karya ulama Yaman Hadramaut Habib Abdullah bin Abdul Qadir bin Muhammad bin Ali Al Habsyi Ba’alawi.
Penulis: M. Faqih
Editor: M. Muhsin Bahri

