Kairo, HMASS.CO
Dengan segala keindahan yang dimiliki; birunya laut memanjakan mata yang melihatnya, seringkali kebahagiaan hadir oleh suara ombak, kesunyian di tengah laut dari kendaran lalu-lalang di jalanan ibukota Kairo memberikan hati rasa damai.
Tepat di wajah pertigaan Gamaliyah – Kairo, beberapa anggota HMASS Mesir telah berkumpul menanti kedatangan koster (transportasi berukuran medium) sebagai transportasi menuju Ain Sokhna. Selang setengah jam menanti, disambut sinar mentari menjulang tinggi, Jam telah menunjukkan angka delapan, waktunya rombongan berangkat.
Selama perjalanan yang ditempuh dua jam setengah, cuaca lembab pagi hari dan terik matahari musim panas menemani. Jalanan mulus, sepi nan indah ditambah lagi kita dimanjakan oleh pemandangan gurun, gunung dan bebatuan serta infrastruktur kota baru diperlihatkan di sepanjang jalan 150 km. Perjalanan tersebut kami tempuh dalam rangka liburan panjang sehabis ujian semester Universitas Al-Azhar Kairo Mesir.
Porto Ain Sokhna salah satu destinasi favorit wisatawan mahasiswa Indonesia. Jika dibandingkan dengan yang lain, Ain Sokhna merupakan alternatif terbaik. Selain karena tidak terlalu jauh dari Kairo, destinasi wisata yang terletak di timur laut Mesir ini juga berada dalam satu jalur laut Terusan Suez yang terkenal itu. Sokhna memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatannya. Dengan pantai yang bersih, ombak yang sunyi dan tenang, ditambah kemegahan bangunan Porto Sokhna Beach & Resort di depan gerbang pantai.
Pertama kali datang, dengan rasa tidak sabar rombongan bergegas mendatangi kapal yang ada di bibir pantai yang telah dipesan beberapa hari sebelum berangkat. Kapal yang ditunggangi ini akan berlayar membawa penumpang ke tengah laut berjarak 3 km dari tepi pantai sedari pukul 11.30 siang bolong.
sesampainya kapal di tengah laut, dimanfaatkan oleh teman-teman untuk bersenang dan menikmati berbagai hiburan dan fasilitas yang ada. Ada yang memancing dengan merogoh kocek 160 Pound Mesir. Sebagian yang lain ada yang langsung meloncat berenang ke laut, juga ada teman keasikan hunting spot foto di atas kapal dengan view laut biru, kapal-kapal di sekitarnya, dan bangunan Porto Ain Sokhna yang berdiri gagah di tepi pantai. Sebagian lagi ada yang lagi sibuk bakar-bakar ikan yang dibawa dari Kairo untuk jadi hidangan teman-teman di kapal, bahkan ada yang duduk santai memandang view segala penjuru yang ada sambil mengingat atas kebesaran ciptaan dan nikmat tuhan yang telah Dia berikan.
Siapa sangka, di tengah menikmati hiburan, selang beberapa saat tampak percikan air di sekitar kapal, tenyata kawanan lumba-lumba menari keasikan, meloncat ke udara menyapa makhluk lain yang ada di sekitarnya.
Tibalah sunset matahari terbenam diselimuti dataran air di ujung mata memandang. Nahkoda kembali menghidupkan mesin kapalnya, pelampung yang berserakan di laut mulai dinaikkan ke kapal. Nahkoda kapal mengajak kami menepi kembali ke pantai setelah setengah hari bercanda ria di tengah laut, walau perasaan masih belum ingin berpisah dengan laut tapi besok waktunya beraktivitas kembali dengan kesibukan masing-masing di Kairo.
Tour guide sudah melambai tangan mengajak rombongannya untuk keluar dari pelabuhan. Sebelum pulang, kita diberi kesempatan dan diantar ke Beach & Resort Ain Sokhna. Disini kami bisa menikmati hidangan kopi menghadap laut, juga dapat membeli oleh-oleh dari Ain Sokhna yang dibawa ke Kairo. Sekitar jam tujuh malam barulah kami rombongan kembali ke koster untuk pulang ke Kairo dengan membawa kerinduan, kenangan dan kepuasan dari pantai eksotis dan mempesona ini.
Penulis: An’im Bihi Kamaladdin
Editor: Abrari Ahmadi
391 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini


