IMG-20220802-WA0021

IMG-20220802-WA0021

Sragen, HMASS.CO

Ngaji dan Pengajian adalah dua kata yang mirip dan berasal dari akar kata yang sama yaitu ‘aji’ yang berarti berharga, karena orang yang konsisten mengaji kelak akan menjadi orang yang aji alias berharga.

Banyak orang yang menganggap antara Ngaji dan pengajian itu bermakna sama, namun anggapan itu ternyata salah, karena secara istilah Ngaji lebih spesifik dari pengajian. Hal ini diungkapkan oleh KH. Abdul Adzim Kholili atau yang akrab dipanggil Mas Abdul saat kegiatan Ngaji Kitab Sidogiri (NKS) yang bertempat di Dusun Kuyang, Kliwonan, Masaran, Sragen, Jawa Tengah (31/7/2022).

Lebih jelasnya beliau menerangkan kalau ngaji itu pakai kitab yang sanadnya bersambung kepada Rasulullah, berbeda halnya dengan pengajian yang bisa disampaikan oleh siapa saja yang penting bisa bicara walaupun tidak bisa membaca kitab. “Harus tahu perbedaan Ngaji dengan pengajian, kalau Ngaji pegang kitab yang sanadnya sambung kepada Rasulullah, kalau pengajian wes pokok muni (pokok bunyi)” dawuh beliau.

Baca Juga: Tips Shalat Khusuk Dari Mas Ahmad

Acara NKS tersebut merupakan rangkaian kegiatan rutin Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Santri Sidogiri (PW IASS) Jawa Tengah yang dimulai bakda Dzuhur dan rampung setelah berkumandangnya azan Ashar.

Baca Juga: Kesemangatan Anggota IASS Di Daerah Minoritas

 

Kontributor: Syukron Faruq

Editor: Fauzan Imron

2,357 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Silakan tulis komentar Anda

Tinggalkan Balasan