
Pasuruan, HMASS.CO
KH. Abdul Adzim atau Mas Abdul kembali membacakan kitab Fathul Muin dan Ihyak Ulumuddin pada para alumni dalam kegiatan rutin Ngaji Kitab Sidogiri (NKS) Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Santri Sidogiri (PW IASS) Pasuruan Barat kembali dilaksanakan pada Jumat (28/1/1444) yang bertempat di Masjid Raudlatul Hikmah, Sidowayah, Bangil, Pasuruan.
Beliau yang didampingi oleh Ustadz Maliji Ismail memberikan beberapa keterangan menarik tentang shalat jinazah, berikut sebagian transkip pengajian beliau:
“Yang nomor 6 dari rukun shalat mayyit adalah mendoakan mayit secara khusus dan ini adalah tujuan yang utama dari mensholati mayit, sekalipun mayitnya itu masih bocah/bayi. Dan meskipun bayi tersebut sudah dipastikan mendapatkan surga. Karena tujuannya itu untuk menambah derajat si bayi di surga seperti para nabi yang tidak memiliki dosa tetap di shalati. ( I’anah tholibin)
Adapun doanya adalah اللهم اغفر له وارحمه dan letaknya setelah takbir yang ketiga. Maka tidak dianggap cukup kalau di selain takbir yang ketiga secara pasti (tanpa khilaf). Dan juga disunnahkan memperbanyak mendoakan mayit, adapun yang lebih afdol adalah doa yang sudah ma’tsur ( yang datang dari Rasulullah dan para sahabat). Dan yang paling utama bacaannya adalah bacaan yang terdapat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yaitu
اللهم اغفر له وارحمه واعفو عنه وعافيه واكرم نزله ووسع مدخله واغسله بالماء والثلج والبرد ونقه من الخطا يا كما ينقى الثوب الابيض من الدنس وابدله دارا خيرا من داره واهلا خيرا من اهله وزوجا خيرا من زوجه وادخله الجنه وعده من عذاب القبر وفتنته ومن عذاب النار
Dan juga Sunnah menambah:
اللهم اغفر لحينا وميتنا الى اخره
Dan di tambah didalam mendoakan pada bocah/bayi bersama doa diatas:
اللهم اجعله فرطا لابويه وسلفا ودخرا وعظة واعتبارا وشفيعا وثقل به موازنهما وافرغ الصبر على قلوبهما ولا تفتنهما بعده ولا تحرمهما اجره.
Dan berdoa terhadap anak zina yang meninggal:
اللهم اجعله فرطا لامه
Karena anak zina itu tidak dinisbatkan nasabnya kepada ayah, dia dinisbatkan kepada ibunya.( I’anah tholibin)
Kemudian doa-doa di atas ada perkataan
بالابدال في الاهل والزوجة
Di situ hanya mengganti sifatnya bukan dzatiyah-Nya, karena berdasarkan dalil firman Allah:
وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَٱتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَٰنٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَآ أَلَتْنَٰهُم مِّنْ عَمَلِهِم مِّن شَىْءٍ ۚ كُلُّ ٱمْرِئٍۭ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ
Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.
Dan berdasarkan hadits:
نساء الجنة من نساء الدنيا افضل من الحور العين
Perempuan surga yang berasal dari perempuan dunia itu lebih utama daripada bidadari”.
Kontributor: Imam Sibaweh
Editor: Saifuddin
353 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

