WhatsApp Image 2022-07-25 at 08.23.11

1/

Gadisku,

Jangan lagi datang

Di waktu subuh dan selepasnya

Kau-kan tahu?

Semalaman tak hentinya

Kucari kepuasan

 

Dan di waktu itu

Bola mataku tengah asyik memejam

Enggan lepas selimut

Angkat tubuh

Lupa sembahyang syukur

 

Jangan lagi datang

Di waktu senja dan sebelumnya

Kau-kan tahu?

Sedari siang-asar

Kucari titik keuntungan

Kefanaan alam semesta

Dari satu desa ke desa selanjutnya

Dari satu kota ke kota berikutnya

Nah, dimana waktuku sebentar saja

Nikmati indahnya lembayung senja?

 

Meludahi risauku

Tak hiraukan sembahyang syukur

 

Jangan lagi datang

Di waktu sepertiga malam dan selepasnya

Kau-kan tahu?

Tidurku begitu larut, Sayang

Begadang pula.

Tak sempat otakku bertafakur ampun gusti

Tak sempat jantungku berdenyut kata ilahi

 

Oh, Nabi

Tak sempat—dan bila sempat—mungkin

Sempat—betapa beruntungnya aku

 

2/

Tiba-tiba

Kau datang dalam mimpi

Menjelma gempa dan tsunami

Nyenyakkan yang ada

 

2018 – 2022

 

*Emroni Sianturi lahir di Probolinggo, Jawa Timur, 6 Desember 1995. Sejumlah karya puisi, cerpen, dan kadang esainya banyak dimuat di berbagai media cetak maupun online, juga pernah diterbitkan dalam buku antologi bersama. Buku Terbarunya, kumpulan cerita pendek yang berjudul, Sebuah Pilihan (2022)

313 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Silakan tulis komentar Anda

Tinggalkan Balasan