1/
Gadisku,
Jangan lagi datang
Di waktu subuh dan selepasnya
Kau-kan tahu?
Semalaman tak hentinya
Kucari kepuasan
Dan di waktu itu
Bola mataku tengah asyik memejam
Enggan lepas selimut
Angkat tubuh
Lupa sembahyang syukur
Jangan lagi datang
Di waktu senja dan sebelumnya
Kau-kan tahu?
Sedari siang-asar
Kucari titik keuntungan
Kefanaan alam semesta
Dari satu desa ke desa selanjutnya
Dari satu kota ke kota berikutnya
Nah, dimana waktuku sebentar saja
Nikmati indahnya lembayung senja?
Meludahi risauku
Tak hiraukan sembahyang syukur
Jangan lagi datang
Di waktu sepertiga malam dan selepasnya
Kau-kan tahu?
Tidurku begitu larut, Sayang
Begadang pula.
Tak sempat otakku bertafakur ampun gusti
Tak sempat jantungku berdenyut kata ilahi
Oh, Nabi
Tak sempat—dan bila sempat—mungkin
Sempat—betapa beruntungnya aku
2/
Tiba-tiba
Kau datang dalam mimpi
Menjelma gempa dan tsunami
Nyenyakkan yang ada
2018 – 2022
*Emroni Sianturi lahir di Probolinggo, Jawa Timur, 6 Desember 1995. Sejumlah karya puisi, cerpen, dan kadang esainya banyak dimuat di berbagai media cetak maupun online, juga pernah diterbitkan dalam buku antologi bersama. Buku Terbarunya, kumpulan cerita pendek yang berjudul, Sebuah Pilihan (2022)
313 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

