WhatsApp Image 2022-07-28 at 23.00.27

HMASS – Di penghujung akhir tahun dan awal tahun baru hijriyah dianjurkan untuk membaca doa. Doa tersebut merupakan permohonan ampun kepada Allah atas dosa selama satu tahun dan harapan agar Allah melindungi kita setahun ke depan dari godaan setan.

Keutamaan membaca doa akhir dan awal tahun adalah menghapus kesalahan-kesalahan selama setahun yang lalu dan dijaga dari fitnah setan untuk setahun berikutnya. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Syaikh Abbas Al-Qummy dalam kitabnya, Mafatihul Jinan.

Dalam kitab itu disebutkan, barangsiapa membaca doa akhir tahun maka berkatalah setan, “Celaka! Sia-sia usahaku setahun ini yang menggoda anak Adam, telah dihancurkan hanya dengan sesaat sebab membaca doa ini. Maka aku bersaksi, ia telah mengakhiri tahun ini dengan kebaikan.”

Dan jika ditambah dengan membaca doa awal tahun maka setan akan berkata, “Anak Adam itu telah aman dariku di sisa umurnya di tahun ini, karena Allah telah mewakilkan dua malaikat yang akan menjaganya dari fitnah setan.”

Adapun dalil bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berdoa saat awal bulan atau akhir tahun adalah hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Hisyam berikut:

ﻋﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻫﺸﺎﻡ ﻗﺎﻝ: ﻛﺎﻥ ﺃﺻﺤﺎﺏ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ – ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻳﺘﻌﻠﻤﻮﻥ ﻫﺬا اﻟﺪﻋﺎء ﺇﺫا ﺩﺧﻠﺖ اﻟﺴﻨﺔ ﺃﻭ اﻟﺸﻬﺮ: اﻟﻠﻬﻢ! ﺃﺩﺧﻠﻪ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﺑﺎﻷﻣﻦ ﻭاﻹﻳﻤﺎﻥ، ﻭاﻟﺴﻼﻣﺔ ﻭاﻹﺳﻼﻡ، ﻭﺭﺿﻮاﻥ ﻣﻦ اﻟﺮﺣﻤﻦ، ﻭﺟﻮاﺯ ﻣﻦ اﻟﺸﻴﻄﺎﻥ. رواه اﻟﻄﺒﺮاﻧﻲ ﻓﻲ “اﻷﻭﺳﻂ”
ﻗﺎﻝ اﻟﻬﻴﺜﻤﻲ: “ﻭﺇﺳﻨﺎﺩﻩ ﺣﺴﻦ”

Dari Abdullah bin Hasyim, ia berkata bahwa para Sahabat Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mempelajari doa berikut jika memasuki tahun atau bulan “Ya Allah, masukan kami ke dalamnya dengan aman, iman, selamat dan Islam. Mendapatkan ridho Allah dan dijauhkan dari gangguan syetan” (HR Thabrani, Al Hafizh Al Haitsami menilai Hasan)

Berikut bacaan doa akhir dan awal tahun, lengkap dengan teks Arab, Latin, dan artinya:

DOA AKHIR TAHUN 1443 HIJRIYAH

وَصَلَّى اللّٰهُ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهٖ وَصَحْبِهٖ وَسَلَّمَ. اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ. وَصَلَّى اللّٰهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهٖ وَصَحْبِهٖ وَسَلَّمَ.

Washallallahu ‘alaa Sayyidina wamauwlaana Muhammadiw wa’alaa aalihi washohbihi wasallam. Allâhumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ ‘alayya bi fadhlika ba‘da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da‘autanî ilat taubati min ba‘di jarâ’atî ‘alâ ma‘shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa‘attanî ‘alaihits tsawâba, fa’as’aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha‘ rajâ’î minka yâ karîm. Washallallahu ‘alaa Sayyidina Muhammadiw wa’alaa aalihi washohbihi wasallam.

Artinya: “Semoga rahmat dan salam Allah atas Gusti kita Nabi Muhammad dan keluarga serta sahabatnya. Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu.”

“Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah kau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah. Semoga rahmat dan salam Allah atas Gusti kita Nabi Muhammad dan keluarga serta sahabatnya”

DOA AWAL TAHUN 1444 HIJRIYAH

وَصَلَّى اللّٰهُ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهٖ وَصَحْبِهٖ وَسَلَّمَ. اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ. يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. وَصَلَّى اللّٰهُ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهٖ وَصَحْبِهٖ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Washallallahu ‘alaa Sayyidina wamauwlaana Muhammadiw wa’alaa aalihi washohbihi wasallam. Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa ‘alâ fadhlikal ‘azhîmi wa karîmi jûdikal mu‘awwal. Hâdzâ ‘âmun jadîdun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ’ih, wal ‘auna ‘alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû’I, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm. Yaa Arhamarraahimiin. Washallallahu ‘alaa Sayyidina wamauwlaana Muhammadiw wa’alaa aalihi washohbihi wasallam.

Artinya: “Semoga rahmat dan salam Allah atas Gusti kita Nabi Muhammad dan keluarga serta sahabatnya. Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini.”

“Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik kebesaran dan kemuliaan, wahai Dzat Yang Maha paling pemurah. Semoga rahmat dan salam Allah atas Gusti kita Nabi Muhammad dan keluarga serta sahabatnya.”

Adapun cara membaca doa akhir tahun dan awal tahun adalah dibaca masing-masing tiga kali. Doa awal tahun dibaca setelah ashar di hari terakhir bulan Dzulhijjah, sementara doa awal tahun dibaca setelah maghrib tanggal 1 Muharram.

Pada tahun ini, tahun baru Islam, 1 Muharram 1444 Hijriyah jatuh pada hari Sabtu, 30 Juli 2022. Untuk mengetahui akurasinya, berikut hasil perhitungan hisabnya:

Awal bulan Muharram 1444 Hijriyah jatuh pada Sabtu Pahing, 30 Juli 2022. Ijtima’ akhir bulan terjadi pada Jumat Legi, 29 Juli 2022 pada jam 23.12 WIB.

Ketinggian hilal pada malam Sabtu sudah mencapai 9° 08′, sehingga hilal sangat memungkinkan untuk dirukyat (dilihat) dengan kasat mata.

Hilal berada di ufuk barat selama 00.37 dengan kemiringan hilal ke arah selatan. Posisi hilal ketika terlihat berada di Utara matahari setelah matahari terbenam pada pukul 17.28 WIB.

Cahaya hilal saat terlihat adalah 05° 32′. Jika tidak terjadi mendung maka hilal sudah dipastikan bisa dilihat tanpa bantuan alat optik.

Berdasarkan perhitungan hisab tersebut, kemungkinan tahun baru Islam 1 Muharram 1444 Hijriyah jatuh pada Sabtu Pahing, 30 Juli 2022.

Perhitungan hisab awal bulan Muharram 1444 Hijriyah ini berdasarkan kitab Fathur Ra’uful Mannan.

Adapun titik koordinat geografis lokasi perhitungan dilakukan di Kecamatan Kedungkandang Kota Malang, 008° 02′ 30,81″ | 112° 38′ 31,30″.

Untuk ketentuan resmi tahun baru Islam 1 Muharram 1444 Hijriyah masih menunggu keputusan sidang isbat dari Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI).

Demikianlah informasi tentang bacaan doa akhir dan awal tahun, keutamaannya, cara membacanya serta kapan hari tahun baru Islam 1 Muharram 1444 H.*

Penulis: Achmad Hudaifi

Editor: M. Muhsin Bahri

283 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Silakan tulis komentar Anda

Tinggalkan Balasan