ibu lukisan

 

Pagina demi pagina kau pelototi

seolah hendak memasukkan benang pada lubang jarum

rumit

hingga menjatuhkan pilihan

bahwa lubang itu yang kemudian kau sumpal dengan ujung pena

ada yang rapi juga ada yang melober

bukan hanya sekali kau rengkuh pilihan itu

berkal-kali

sampai pada puncak klimaks jawaban

 

Tampak raut wajah yang binar

tampak jua yang nanar

padhang di atas kursi

petang di siang hari

jemari akal menangkap tahu

kering dada tak berbuku

sesekali jendela dipandang

di luar sana gerimis siang berdendang

pada seberkas ujian,

seluruh pasrah dirayakan

segala daya dikerahkan

segenap puja dimaksimalkan

semua doa dirapalkan

Jogja, 2016

 

Lembah-lembah Tanya

Di lembah pertanyaan

kau berdiri mematung

menagih kepastian

alam terasa pekat gulita

oleh hujaman asumsi-asumsi yang memuakkan

 

Kalau saja ada rintik hujan menyapa

seolah dipastikan

bahwa itu menjelma banjir bandang yang paling menyengsarakan

lantaran tersungkur pada teka-teki yang buram jawaban

 

Gejolak jiwa dan pikiran menggumpal

dalam resah yang tak berkesudahan

hingga pada ujungnya harus tetap mendaki bukit pasrah

yang dibangun atas nama cinta

 

Bantul, 2017

 

Lidah Duri

Di manakah

kau simpan lidahmu

yang berduri

 

Durimu tajam

menembus jantung rakyat

darah pun tak dapat

diseduh oleh sekruk taubat

 

Cukuplah mereka tergeletak

antara janji dan bukti luap sumpah

biarkan bangkit

tanpa juluran duri khianatmu

yang penuh virus kronis itu.

 

Kutub, 2017

 

Satu di Atas Seribu

        -Aan

satu kata yang kau ucap

jauh lebih membahagiakan daripada senyum seribu bidadari

 

Krapyak, 2017

 

Kaulah Nadiku

 

Ibu dari segala duka

adalah dusta

ibu dari segala bahagia

adalah rida

 

Ibu cinta sejati

adalah kau ibu

yang tidak akan pernah mati

dalam relung sanubari

dan menjelma denyut nadi tiada henti

Krapyak, 2018

 

Penulis juga esais muda asal Madura yang sekarang diamanahi sebagai Ketua PC HMASS Yogyakarta.

Silakan tulis komentar Anda

Tinggalkan Balasan