Lumajang, HMASS.CO.-Pengurus Cabang Harakah Mahasiswa Alumni Santri Sidogiri (PC HMASS) Wilayah Lumajang kembali menghidupkan tradisi keilmuan melalui kegiatan Sinau Bareng kajian kitab Ma’man min ad-Dhalālah fī ‘Aqāidi ad-Dīn wal Millah karya Syaikhina KH. A. Nawawie bin KH. Abdul Djalil. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 6 Rajab 1447 H bertepatan dengan 26 Desember 2025 M, bertempat di kediaman Ust. Fauzi, Padang, Lumajang, dan diikuti oleh para alumni serta simpatisan Pondok Pesantren Sidogiri.

Kajian yang dipandu oleh Ust. Saiful Ulum tersebut merupakan bagian dari ikhtiar HMASS Cabang Lumajang dalam menjaga dan memperkuat aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah di tengah dinamika kehidupan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud ada’u haqqil masyayikh—menunaikan hak para guru—dengan mempelajari, mengkaji, serta menanamkan ilmu dan pemikiran para masyayikh dalam kehidupan sehari-hari.

Pertemuan kali ini memiliki makna tersendiri karena menjadi pertemuan terakhir di tahun 2025. Meski demikian, semangat menjaga kesinambungan kajian tetap terpelihara, sebab kegiatan Sinau Bareng ini insyaallah akan kembali dilanjutkan setelah Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Dalam pertemuan penutup tersebut, pembahasan difokuskan pada kalimat “Al-Hamdu” yang terdapat pada pembukaan pembahasan aqidah. Dijelaskan bahwa huruf al pada lafadz al-hamdu memiliki beberapa kemungkinan makna, di antaranya istighrāq yang mencakup seluruh bentuk pujian, jins yang menunjukkan jenis pujian secara umum, serta ‘ahdu yang merujuk pada pujian tertentu yang telah dimaklumi.

Namun demikian, sebagian ulama lebih memilih bahwa al pada lafadz tersebut bermakna jins, sebagaimana pendapat yang diikuti oleh Imam Zamakhsyari. Pendapat ini didasarkan pada pemahaman bahwa seorang hamba tidak akan mampu mengakomodasi dan menyensus seluruh bentuk pujian bagi Allah Swt., mengingat kesempurnaan dan keluasan pujian tersebut melampaui batas kemampuan makhluk.

Melalui kegiatan ini, HMASS Cabang Lumajang berharap para alumni dan simpatisan semakin mantap dalam memahami dasar-dasar aqidah, istiqamah dalam menuntut ilmu, serta terus menjaga hubungan keilmuan dengan para masyayikh melalui kajian kitab-kitab turats.

Kontributor: Ahmad Fauzi

Editor: Fauzan Imron

103 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Silakan tulis komentar Anda

Tinggalkan Balasan