Kairo, HMASS.CO-PCI HMASS Mesir melengkapi inovasi berkarya mereka dengan merilis sebuah film pendek berjudul Ustadz Taushil pada Ahad (07/04) di channel youtube resminya, yaitu HMASS Mesir TV.
Film dengan durasi kurang lebih 9 menit ini mengisahkan perjuangan seorang mahasiswa universitas al-Azhar di dalam perjalanannya menuntut ilmu di Bumi Kinanah. Tidak hanya berkutat dengan dunia akademis, pemeran utama dalam film tersebut juga berjuang menyambung hidup dengan menjadi pengantar makanan.
Bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, usaha kecil mengantarkan makanan menjadi prioritas utama sebagian mahasiswa yang mengambil kerja sampingan di Mesir. Hikmah yang ada di balik itu juga adalah selain bekerja untuk mendapatkan uang, pengantar makanan ini juga dapat membantu orang-orang berpuasa dengan cara menyediakan menu buka puasa.
Perihal istilah taushil yang menjadi judul pada film pendek ini, Achmad Arif Wafani, scriptwriter film, mengungkapkan bahwa istilah tersebut merupakan istilah unik yang dikenal oleh kalangan mahasiswa di Mesir. Oleh sebab itu, ia ingin mengenalkannya kepada seluruh penonton, terutama yang di Indonesia.
“Kata taushil disini juga menjadi titik fokus penonton, sekaligus kita mengabarkan sebenarnya apa arti taushil itu? Agar pendekatan penonton yang di Indonesia dan kehidupan bermuamalah di Mesir bisa dapet,” ungkap pria yang sedang menjalani Plt Ketua PCI HMASS Mesir tersebut.
Dalam menjalani aktivitasnya, Ali, aktor utama pada film ini, tidak lupa dengan amaliah-amaliah yang selalu ia kerjakan semasa di Sidogiri. Ia merupakan santri sederhana yang sebisa mungkin menunaikan pesan dari KH. Cholil Nawawie yang berupa, “Istikamahkan salat berjamaah dan belajar, niscaya kau akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat.
“Nah, dawuh hadratus-syeikh inilah yang menjadi pesan utama film ini,” ungkap Wafa melanjutkan.
Pada saat memulai proyek pembuatan film ini, pengurus HMASS Mesir, dalam hal, div. Reporter Daerah yang menjadi eksekutornya, menjelaskan bahwa salah satu dawuh Mas dwy Sadoellah di postingannya menjadi pemantik gairah teman-teman kru film.
“Beliau pernah membuat postingan dan menyampaikan keinginannya agar Sidogirian ada yang bisa bikin film pendek yang bermanfaat, dengan tagline #SidogiriFilm #FilmPendek #Bermafaat. Itu postingan beliau pada Rabu (13/03) lalu. Kebetulan sekali, ya. Semoga bisa beriringan dengan berkah dari beliau.” Jelas Abrari Ahmadi, selaku sutradara film dalam sambutannya pada acara gala priemer di sekretariat PCI HMASS Mesir, Ahad (07/04) lalu.
Film ini sangat menarik ditonton, baik oleh kalangan mahasiwa di Mesir maupun orang-orang di Indonesia. Di samping bernilai akademis, juga ada nilai keberkahan yang dapat kita pahami dari di balik hikmahnya. Dan yang terpenting, mengamalkan nilai kesabaran dan ketulusan hati di bulan suci Ramadhan.
“Inti yang paling berharga yang akan didapat penonton terutama yang di Indonesia adalah bagaimana menjalani bulan Ramadhan di Mesir dengan menyanding gelar Azhari, tetapi tidak lupa dengan masyayikh Sidogiri.” Tukas Abrari mengakhiri.
Kontributor: Abrari
Editor: Fauzan Imron
425 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini


