59215d95-b962-406e-bc4d-0cad4691e399

59215d95-b962-406e-bc4d-0cad4691e399

Kairo, HMASS.CO

Lebih dari setahun lalu, pembukaan Al-Miftah Lil Ulum di bumi para nabi resmi dibuka oleh PCI HMASS Mesir, dengan beberapa pengajar yang telah tersertifikasi dan berpengalaman mengajar di Pondok Pesantren Sidogiri dan tempat mereka bertugas. Pada tahun ajaran kali, PCI HMASS Mesir berencana kembali mengadakan training belajar cepat baca kitab tersebut untuk kedua kalinya, sebagaimana yang telah disepakati oleh para pengurus pada rapat yang diadakan pada Jumat (03/11). Diadakannya kembali pelatihan ini bertepatan dengan momen sebelum mahasiswa Al-Azhar menghadapi ujian termin satu yang akan dilaksanakan pada awal tahun 2024.

Tujuan adanya pelatihan tersebut untuk lebih membantu pendalaman ilmu alat bagi beberapa mahasiswa, terutama dalam memahami diktat kuliah dan kitab-kitab turats ulama dengan baik. Hal tersebut dikarenakan banyaknya mahasiswa lulusan pesantren di Mesir, tetapi jumlah tersebut masih jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan mahasiswa dan mahasiswi yang non alumni pesantren. Dengan hadirnya Al-Miftah untuk kedua kalinya, diharapkan akan kembali membantu mereka, sebagaimana yang disampaikan oleh Ahmad Fajar, ketua tim Al-Miftah Mesir.

Terkait pelaksanaan program pelatihan, pengurus sepakat untuk mengadakannya pada Sabtu (11/11), dengan tiga pengajar. Sementara target pesertanya adalah sebanyak 40 orang dengan jumlah kitab yang sama yang dikirim langsung dari Indonesia.

Sistem Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang diterapkan di Mesir sedikit berbeda dengan di Indonesia. Pertemuan tatap muka pengajar dan peserta dua jam perhari yang akan berlangsung selama 24 pertemuan.

“Semoga dengan niat baik teman-teman akan membawa berkah dari masyayikh, agar kita dapat menimba ilmu dengan lancar dan baik di Mesir.” Tukas Muhammad Ghufron mengakhiri rapat.

Reporter: Abrari Ahmadi

361 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Silakan tulis komentar Anda

Tinggalkan Balasan