d

d

Pontianak, HMASS.CO

Rabu (04/10/2023) Kader Harakah Alumni Santri Sidogiri (HMASS) Kalimantan Barat, Sufyan Tsauri kembali mengukuhkan namanya sebagai penulis ulung tingkat nasilonal, dia berhasil berhasil menjadi juara 3 lomba karya tulis ilmiah tingkat nasional Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lembaga pendidikan & Pelatihan Polisi Republik Indonesia (Lemdiklat Polri) kategori untuk umum.

Untuk diketahui lomba karya tulis ilmiah itu digelar dalam rangka memperingati hari Sarjana yang mengusung tema Presisi Polri untuk Indonesia Maju. Lomba karya tulis ini ada dua kategori, kategori pertama adalah untuk Anggota dan PNS Polri. Sedangkan kategori kedua terbuka untuk masyarakat umum, praktisi, peneliti, dosen dan Mahasiswa.
Dalam karya tulis yang berhasil dimenangkan, M Sufyan Tsauri mengangkat judul Membangun Wawasan Presisi Polri Perspektif Maqashid Syariah berbasis E-Aplikasi.

Dalam tulisan tersebut, Ia menekankan peran agama dalam hal ini Maqhasid Syariah dalam membangun konsep Presisi Polri.

Menurutnya Maqashid Syariah adalah instrumen yang ideal dalam mengawal konsep presisi polri di era digital seperti saat ini.

“Maqashid Syariah memiliki karakteristik yang universal sehingga sangat adaptif untuk di implementasikan dalam menciptakan Ketertiban dan keamanan di masyarakat. Kehadiran peran ajaran Agama dalam mengawal Presisi Polri diharapkan konsep ini dapat di internalisasikan dengan baik bagi penganut agama, khususnya bagi umat Islam,” Ungkap pria yang menjabat sebagai Wakil Ketua I Pengurus Cabang Ikatan Alumni Santri Sidogiri (PW IASS) Kalbar ini.

 

Maqashid Syariah diketahui merupakan tujuan-tujuan syariat dan rahasia-rahasia yang dimaksudkan oleh Allah dalam setiap hukum dari keseluruhan hukum-Nya. M Sufyan Tsauri pun merekomendasikan pada Polri untuk mentransformasikan gagasan ini menjadi program unggulan.

Termasuk diantaranya melibatkan programmer dalam mengintegrasikan ide-ide ini dalam sebuah aplikasi elektronik kemudian juga melibatkan elemen Tokoh Agama, Pejabat Negara, Polisi dan Masyarakat dalam merealisasikan dan mengawal ide-ide atau gagasan dalam konsep tersebut.

Pria yang juga menjabat sebagai sekretaris Yayasan Pendidikan Nurul Islam Kota Pontianak ini berpesan agar para tokoh agama turut serta mendukung kinerja Polri.

Selain itu, Mahasiswa Pascasarjana IAIN Pontianak ini juga berharap tokoh agama bisa menjadi agen penyejuk yang mampu menghilangkan skeptisisme masyarakat terhadap institusi Polri.

Tulisan Sufyan Tsauri hanya kalah dari Jaka Ramadani (Depok) dan Fauzia Awaluddinn (Ngawi).

Sebelum berhasil menjadi juara 3 lomba yang diadakan STIK Lemdiklat Polri ini, M Sufyan Tsauri juga berhasil menjadi juara 2 lomba karya tulis ilmiah bertajuk Borneo Annual Paper Competition on Islamic Studies (BAPCIS) 2023 yang diadakan oleh Pascasarjana IAIN Pontianak 15 September 2023.

 

Kontributor: Tholib

Editor: Subadar

231 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Silakan tulis komentar Anda

Tinggalkan Balasan