Mesir, HMASS.CO
Setelah berjalan selama kurang lebih empat bulan dengan empat pertemuan Bersama Syekh Mahmud Abidin, bertempat di aula KAHHA PCINU Mesir, pengajian kitab karya al-maghfûrlah KH. A. Nawawi bin Abd. Djalil direhatkan untuk sementara waktu, pada hari Senin (28/11/2022). Hal tersebut karena semakin dekatnya termin (ujian, red) pertama universitas al-Azhar.
Dalam pengajian keempat yakni pertemuan terakhir sebelum para Mahasiswa menghadapi termin (ujian semester), Syekh Mahmud kembali menjelaskan ibarat makna kalimat hamdalah beserta faidahnya, sebagaimana yang tertera dalam kitab al-Ma’man min adl-Dlalâlah.
Menurut beliau, al-maghfurlah KH. A. Nawawi bin Abd. Djalil ingin memberikan poin penting yang harus disadari oleh hati para pembaca bahwa tidak ada seorang hamba yang memuji atas nikmat yang telah diberikan, melainkan pujian tersebut hanya kepada Allah SWT.
Sebagaimana yang tertera di kitab, salah satu faidah kalimat hamdalah adalah pujian makhluk yang merupakan (Dzat yang baru) terhadap khâliq (Dzat yang lampau dan tidak ada permulaanya). Poin inilah menjadi pesan tersirat yang disampaikan oleh al-mahfûrlah KH. A. Nawawi bin Abd. Djalil. “hâdzâ huwa al-maqshûd (inilah yang dimaksud),” ujar Syekh Mahmud.
Pengajian ini disambut antusias oleh para Mahasiswa, bukan hanya dari kalangan anggota HMASS, melainkan dari penduduk lokal juga.
Setelah pengajian ke-IV ini PCI HMASS Mesir rencananya ingin mengajak seluruh anggota berziarah ke makam para Wali dan Imam di wilayah Kairo, guna memohon keberkahan ilmu dan kelancaran dalam masa-masa ujian.
Reporter: Abrori
Editor: Fauzan Imron
249 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini


