Pasuruan, HMASS.CO
Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Santri Sidogiri (PW IASS) wilayah Malang menggelar Ngaji Kitab Sidogiri (NKS) perdana pada hari Ahad malam senin (03/07/2022) setelah sebelumnya vakum karena pandemi virus covid 19.
Untuk tahun ini wilayah Malang di bagi menjadi dua bagian yaitu Malang selatan dan Malang Utara. Hal ini di karenakan luasnya wilayah Malang itu sendiri.
Saat acara NKS perdana ini para alumni sangat antusias untuk mengikuti pengajian. Terhitung data yang masuk dalam absensi tercatat ada 300 alumni yang ikut NKS wilayah Malang selatan dan 140 di wilayah Malang Utara termasuk diantaranya Ust. Abdul Wahid dosen UMM dan Ust. Aziz Damanhuri dosen UIN Maliki malang yang menyempatkan waktunya untuk menghadiri NKS di tengah kesibukannya.
Qori’ yang hadir dalam kegiatan NKS IASS kali ini adalah H. Muhammad Faqih didampingi Ust. Maliji Ismail. Salah satu point penting yang disampaikan oleh Gus Faqih, sapaan menantu Ketua Umum Pondok Pesantren Sidogiri ini adalah syarat menjadi ulama’ harus memiliki kecerdasan dan kredibilitas tiinggi.
Banyak kisah-kisah palsu yang mengisahkan tentang ulama yang mempunya IQ rendah, salah satunya kisah tentang Imam Ibnu Hajar. Dalam beberapa cerita disebutkan bahwa beliau sempat mengalami kesulitan dalam memahami kitab, dan itu jelas tidak dapat dibenarkan, karena imam Ibnu Hajar sudah memiliki kecerdasan sejak kecil bahkan sudah hafal al-qur’an di umur tujuh tahun.
Penulis: Muhammad Zainulloh
Editor: Muhammad Fauzan

