WhatsApp Image 2022-07-25 at 07.46.21

WhatsApp Image 2022-07-25 at 07.46.21

Malang, HMASS.CO 

Kegiatan Ngaji Kitab Sidogirian (NKS) Wilayah Malang Utara kembali digelar  pada Ahad malam Senin, 24 Juli 2022/25 Dzulhijjah 1443 H di Masjid Al-Hidayah, Dusun Glanggang, Desa Slamet, Kec. Tumpang, Kabupaten Malang.

Ketua Pengurus Pusat IASS Pusat, Mas H. Achmad Sa’dulloh bin KH. Abdul Alim bertugas sebagai qari’ pada kegiatan NKS Zona Malang Utara kali ini. Beliau didampingi oleh Ust. A. Qusyairi Ismail, guru senior di Pondok Pesantren Sidogiri.

Kegiatan Ngaji Kitab Sidogirian merupakan kegiatan rutin bulanan Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Santri Sidogiri (PW IASS) yang diikuti oleh semua anggota IASS, wali santri, dan simpatisan Pondok Pesantren Sidogiri.

Kitab yang dikaji pada setiap kegiatan NKS  adalah Fathul Mu’in, karya Syaikh Zainuddin Al-Malibari dan Ihya’ Ulumiddin, karya Syaikh Abu Hamid Al-Ghazali.

Kegiatan NKS di Zona Malang Utara dimulai setelah maghrib hingga jam 21.00 WIB. Acara diawali dengan shalat magrib berjamaah, khatmil Qur’an, shalat isya’, pengajian kitab, dan diakhiri dengan santunan anak yatim dan dhuafa oleh panitia LAZ Cabang Malang.

Tema yang dikaji di acara NKS Zona Malang Utara adalah tentang tips agar selamat dari siksa kubur, bab zakat, dan mutammimat; ilmu-ilmu pelengkap yang terpuji menurut Imam Al-Ghazali.

Beberapa poin yang disampaikan oleh Mas H. Achmad Sa’dulloh Abdul Alim di antaranya:

1. Orang yang meninggal di hari atau malam Jumat maka ia akan diselamatkan dari siksa dan fitnah kubur.

2. Orang yang membaca surat Al Ikhlas sebanyak 100 kali ketika sakitnya kemudian ia meninggal, maka ia akan diselamatkan dari siksa kubur dan dapat berjalan di atas shirath dengan dibawa oleh malaikat.

3. Orang yang membaca lafadz berikut sebanyak 40 kali saat sakit kemudian ia wafat, maka ia tercatat sebagai mati syahid. Dan jika sembuh ia sembuh dalam keadaan diampuni segala dosanya. Berikut bacaannya:

لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Laa ilaaha illaa Anta, subhaanaka inni kuntu minazh-zhaalimiin.

Artinya, “Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.” (Al-Anbiya: 87)

4. Tinggi dan rendahnya derajat seseorang itu tergantung akhir hayatnya, apakah husnul khatimah atau tidak. Namun amal yang bagus akan membawa seseorang husnul khatimah.

5. Para sahabat dulu selalu menghindar saat dimintai fatwa seputar hukum. Mereka saling melemparkan kepada sahabat yang lain. Mereka baru mau menjawab saat ditanya tentang ilmu Al-Qur’an dan jalan menuju akhirat.

6. Orang yang memberikan fatwa atau ceramah, padahal tidak diminta, maka dia tidak punya tujuan lain selain mencari harta dan jabatan.

Pada kesempatan NKS kali ini, Mas Achmad Sa’dulloh Abdul Alim juga memberikan tips agar tidak sombong. Beliau menyampaikan bahwa orang yang sadar bahwa akhir hidup setiap orang tidak selalu husnul khatimah maka ia tidak akan sombong.

“Jadi, kalau kita semua menyadari, semuanya bergantung pada husnul khatimah, maka ini menjadi salah satu rem agar kita tidak sombong,” dawuh Mas Achmad.

Beliau menjelaskan bahwa meskipun seseorang memiliki amal yang baik dan banyak namun akhirnya jelek maka tetap saja tidak baik. Sebaliknya, meskipun kelakuannya jelek namun pada akhirnya baik, maka ia baik.

Itulah salah satu poin penting yang disampaikan oleh Mas H. Achmad Sa’dulloh bin KH. Abdul Alim di acara NKS IASS Zona Malang Utara tadi malam.

Penulis: Achmad Hudaifi

Editor: M. Muhsin Bahri

390 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Silakan tulis komentar Anda

Tinggalkan Balasan