Cerita ini bersumber dari kitab “Dzurratun Nashihin” halaman 139, karya Syaikh Usman bin Hasan bin Ahmad As-Syakir bahsanya dikisahkan suatu saat Nabi Isa AS bepergian dan melihat sekelompok kaum (penduduk) yang beribadah dengan sangat giat, mereka berkumpul di tempat dataran yang tinggi. Kemudian Nabi Isa menghampirinya seraya mengucapkan salam kepada mereka, duduk akrab dan bercengkrama santai. Disisi mereka betapa banyak menu hidangan, minuman, dan aneka ragam buah-buahan, anak-anak dan istri-istri yang cantik rupawan. Dilihatlah oleh Nabi Isa desa yang begitu indah yang tak mampu diungkapkan oleh kata-kata, lalu Nabi Isya berpamitan pulang meninggalkan mereka semua.
Pada kesempatan yang lain, Nabi Isa kembali mendatangi mereka, ternyata pemandangannya tak seindah yang pertama kali beliau lihatnya. Penduduk desa tadi pada berantakan, anak-anaknya, istri-istrinya dan desanya pun turut hancur sehancur hancurnya (binasa). Beliau merasa heran sembari berbisik kepada Allah: “Duhai Allah, dengan sebab apa mereka binasa?. Apakah karena mereka meninggalkan sholat dan ketaatan?”. Allah jawab: Bukan, tetapi mereka binasa disebabkan oleh tingkah laku seseorang yang singgah bersama mereka, ia meninggalkan sholat, membasuh muka dengan air mereka, kemudian cucuran air yang dibuat membersihkan mukanya itu mengenai tanah dan rumah mereka. Dengan sebab itulah mereka semua pada binasa.
Cerita ini mengingatkan kita agar tidak lalai meninggalkan sholat.
Wassalam.
Ditulis di Kefamenanu TTU NTT oleh Rohmatullah Adny Asymuni.

