4f22cad4-4043-4771-86aa-57a925630dba
Tampak paling kanan almarhum Ustadz H. Mustain Ibad saat menerima anugerah guru teladan Pondok Pesantren Sidogiri pada tahun ajaran 1440-1441 H.

Tampak paling kanan almarhum Ustadz H. Mustain Ibad saat menerima anugerah guru teladan Pondok Pesantren Sidogiri pada tahun ajaran 1440-1441 H.

HMASS.Co., Pasuruan— Embun duka kembali meresap ke relung hati penduduk Pasuruan, bakda Subuh, Sabtu pagi (08/08/20) yang bertepatan dengan tanggal 18 Dzul Hijjah 1441 H. Ust. H. Mustain Ibad salah satu guru senior Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan, meninggal dunia. Beliau adalah putra KH. Luthfi bin Hafidz bin Utsman, KH Utsman adalah tokoh pendiri Pondok Pesantren Al-Utsmani Karangmenggah Wonorejo Pasuruan.

Kabar duka itu kian tersebar keseluruh penjuru dan menyisakan rasa kehilangan yang sangat mendalam di hati orang-orang yang megenalnya. “Innalillahi wa innailaihi rajiun. Telat wafat Ustadz Mustain Ubad, Karangmenggah. Semoga Allah merahmatinya. Amin,” ungkap Mas d, Nawawy Sa’doellah, Katib Majelis Keluarga Pondok Pesantren Sidogiri, melalui akun pribadinya.

Pada malam harinya, beliau terjatuh saat akan pergi ke kamar mandi. Beliau memang memiliki keluhan penyakit diabetes, sejak jatuh ini kondisi kesehatan beliau samakin memburuk. “Keluarga pun bersigap, segera membawanya ke RS. Sahabat, Sukorejo dan RSUD Lawang. Namun Allah sudah berkehendak lain, beliau wafat dalam perjalanan pulang dari RSUD Lawang bakda subuh,” tutur Gus Fauzan, salah satu ponaan terdekatnya, yang ikut serta mengiringi beliau ke rumah sakit.

Beliau merupakan suami dari Neng Luluk Diana, putri pasangan KH. Aqib Yasin, PP. Salafiyah Pasuruan dan Nyai Mahmiyah binti KH. Abdul Jalil, kakak KH. Nawawi Pengasuh PP. Sidogiri yang sekarang.

Ustadz H. Mustain Ibad merupakan Guru Senior Madrasah Miftahul Ulum tingkat Aliyah Pondok Pesantren Sidogiri, beliau mengajar sejak 26 tahun yang lalu, yakni tahun 1994, seangkatan dengan Ustadz Soleh Romli dan Almarhum Ust. Abdul Hamid Sahal yang wafat 3 tahunan yang lalu.

Beliau dikenal dengan sifat tawadduk yang tinggi khususnya pada guru beliau dan keluarga Pondok Pesantren Sidogiri, bahkan pada keluarga Sidogiri yang masih belia sekalipun.

Selain itu beliau merupakan sosok yang sangat istiqomah lebih-lebih dalam mengajar, beliau pantang izin mengajar kecuali sakit keras atau udzur syari yang tak dapat ditinggalkan, tak heran jika kerap kali beliau dianugerahi penghargaan Guru teladan Madrasah Miftahul Ulum tingkat Aliyah Pondok Pesantren Sidogiri, salah satunya pada tahun ajaran 1440-1441 H.

Shalat jenazah dilaksanakan di hari kewafatannya juga, kurang lebih pada pukul 2.00 WIB di Musalla PP Al-Utsmani Karangmenggah. Turut hadir dalam shalat jenazah KH. Nawawi bin Abdul Jalil, KH. Abdullah Syaukat, keluarga Pondok Pesantren Sidogiri, serta segenap dewan Guru Madrsah Miftahul Ulum dari tingkat Aliyah dan Tsanawiyah.

Banyak pihak yang merasa kehilangan dengan wafatnya beliau, salah satunya dari Katib NU wilayah Pasuruan KH. Muhibbul Aman Aly, “Saya bersaksi bahwa beliau orang baik dan punya ketawaduan yang tinggi” ungkap KH. Faisol Munir yang akrap disapa dengan panggilang Mas Econg, Anggota Majlis Keluarga Pondok Pesantren Raudhotul Ulum Besuk, Kejayan Pasuruan menirukan bahasa Kiai Mubibul Aman Aly.

Beliau dikebumikan di kompleks pemakaman keluarga di bekalang Gedung Madrasah Putri Al-Utsmani. Dengan diantar iringan pentanziah yang berduyun dengan rasa penuh kehilangan,[]

Reporter : Fauzan Imron
Editor : Kurdi Arifin

Silakan tulis komentar Anda

Tinggalkan Balasan