10417524_573406386121787_8849850727366582696_n-FILEminimizer-240x240

Pondok Pesantren Sidogiri kembali menggelar haul masyayikh Sidogiri Ahad (20/08). Haul ini dilaksanakan untuk memperingati tahun wafat Kiai Abdul Alim bin Abdul Djalil. Pada kesempatan tersebut  Habib Taufiq bin Abdul Qadir as-Segaf, Pasuruan, hadir memberikan tausiah berkenaan dengan sifat dan prilaku Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri Ke 11 tersebut.

Berlandaskan sebuah hadis, sebaik baik manusia adalah orang yang bermanfaat kepada orang lain. Habib Taufiq berpandangan bahwa kehidupan manusia akan memperoleh nilai positif jika hidupnya bermanfaat kepada orang lain.

“Banyak harta tapi tidak bermanfaat kepada yang lainnya akan menjadi malapetaka. Ilmu juga demikian. Meskipun ilmu kita banyak, tapi tidak bermanfaat pada yang lainnya, maka akan menjadi mala petaka.” Papar beliau.

Orang alim dan amil (mengerjakan ilmunya), lanjut beliau, laksana matahari. Matahari senantiasa menerangi, namun dirinya sendiri terang benderang. Atau seperti misik yang wangi dan mewangikan orang lain. Orang yang mengajar kapada orang lain, namun dirinya tidak mengamalkan apa yang ia ajarkan, maka dia seperti jarum. Jarum bisa membuatkan pakaian terhadap orang lain, namun dirinya tidak pernah bepakaian.

“Sedangkan orang alim yang tidak pernah mengajarkan ilmunya, bahkan hanya menyebarkan fitnah dan berbagai macam kemaksiatan, dia seperti kuburan. Dzahirnya makmur, tapi isinya tulang-belulang. Atau seperti kuburan raja-raja, dzahirnya makmur tapi isinya penuh dengan ulat.” Imbuh beliau.

Semua hal tersebut beliau aplikasikan dengan kehidupan Kiai Abdul Alim bin Abdul Djalil. Pengasuh Pondok Pesantren As-Sunny As-Salafiyah ini, berpandangan bahwa sifat pendiam, lowprofile, dan warak yang ada pada Kiai Abdul Alim, sangat cukup untuk membuktikan bahwa beliau adalah sosok alim yang bermanfaat.

 

sumber: sidogiri.net

Silakan tulis komentar Anda

Tinggalkan Balasan